Pangkas Pelemahan, Kurs Rupiah Bergerak ke Rp14.241 per Dolar AS

Isna Rifka Sri Rahayu ยท Rabu, 12 Juni 2019 - 18:12 WIB
Pangkas Pelemahan, Kurs Rupiah Bergerak ke Rp14.241 per Dolar AS

Kurs rupiah melemah. (Foto: iNews.id/Yudistiro Pranoto)

JAKARTA, iNews.id - Kurs rupiah di pasar spot pada akhir perdagangan, Rabu (12/6/2019) mencoba memangkas pelemahannya terhadap dolar Amerika Serikat. Terpantau mata uang Garuda masih stabil di level psikologis Rp14.200 per dolar AS.

Data Bloomberg menunjukkan, rupiah melemah 2 poin atau 0,02 persen menjadi Rp14.241 per dolar AS dari posisi terakhir kemarin Rp14.238 per dolar AS. Laju pergerakan harian rupiah tercatat Rp14.226-14.261 per dolar AS.

Yahoo Finance mencatat, rupiah menguat 5 poin atau 0,03 persen menjadi Rp14.230 per dolar AS dari sesi terakhir sebelumnya Rp14.235 per dolar AS. Saat dibuka, rupiah diperdagangkan di Rp14.255 per dolar AS dengan rentang pergerakan harian Rp14.215-14.260 per dolar AS.

Berdasarkan laporan Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia, rupiah menguat 24 poin menjadi Rp14.234 per dolar AS dari sebelumnya Rp14.258 per dolar AS.

Kepala Riset Monex Investindo Futures Ariston Tjendra mengatakan, nilai tukar rupiah hari ini akan bergerak di kisaran Rp14.200-14.280 per dolar Amerika Serikat (AS). Pergerakan rupiah  terhadap dolar AS masih akan terkonsolidasi.

Dia menyatakan, dolar AS masih tertekan karena potensi pemangkasan suku bunga acuan AS. Hal ini sebagai respons dari kebijakan moneter global yang mulai melonggar akibat perekonomian global yang lambat.

Respons kebijakan moneter yang lebih longgar antara lain terlihat pada respons bank sentral utama seperti The Fed, Bank Sentral Eropa maupun Jepang yang memang diperkirakan akan mempertahankan suku bunga acuannya hingga akhir tahun ini. Bahkan beberapa bank sentral di Asia dan Australia telah mulai menurunkan suku bunga kebijakannya.

Sementara di sisi lain perang dagang yang belum berakhir masih menekan rupiah. Perang dagang memicu tingginya ketidakpastian pasar keuangan dunia tahun ini sehingga membuat peralihan modal dari negara berkembang dan negara maju.

"USDIDR kemungkinan masih berkonsolidasi di kisaran Rp14.200-14.280 hari ini. Momentum peningkatan peringkat utang Indonesia oleh S&P masih mendukung rupiah," ujarnya kepada iNews.id, Rabu (12/6/2019).


Editor : Ranto Rajagukguk