Penerimaan dari Bea dan Cukai hingga 6 Desember 2017 Rp146,3 Triliun

Ade Miranti Karunia Sari ยท Jumat, 08 Desember 2017 - 15:20:00 WIB
Penerimaan dari Bea dan Cukai hingga 6 Desember 2017 Rp146,3 Triliun
Direktur Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan Heru Pambudi (Foto: iNews.id/Ade)

JAKARTA, iNews.id – Pemerintah memaparkan, realisasi penerimaan bea dan cukai hingga 6 Desember 2017 mencapai Rp146,3 triliun dari Rp189,14 triliun di Anggaran Pendapatan Belanja Negara Perubahan (APBN-P) 2017.

Direktur Jenderal Bea dan Cukai, Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Heru Pambudi mengatakan, realisasi penerimaan tersebut meningkat dibanding tahun sebelumnya. Ada beberapa faktor yang menyebabkan realiasasi penerimaan bea dan cukai meningkat.

"Kenapa seperti itu, dibandingkan tahun kemarin terjadi pertumbuhan di semua elemen penerimaan. Kedua, tipikal penerimaan rokok itu akan meningkat drastis di akhir tahun, yang biasanya itu sekitar tiga sampai tiga setengah kali lipat dibandingkan bulan-bulan biasa. Oleh karena itu, kami optimis dengan pertimbangan tadi lebih baik dari tahun kemarin," ujarnya di Kementerian Keuangan Jakarta, Jumat (8/12/2017).

Heru merinci, realisasi sebesar Rp146,3 triliun ini berasal dari bea masuk sebesar Rp31,8 triliun atau 95,57 persen dari target Rp32,27 triliun dan cukai sebesar Rp110,9 triliun atau 72,47 persen dari target Rp153,16 triliun. Sementara, bea keluar Rp3,35 triliun atau 129,7 persen dari target sebesar Rp2,7 triliun.

Tembakau masih menjadi andalan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai untuk penerimaan dari sisi cukai, sebesar Rp106,06 triliun atau 53,9 persen dari target Rp147,4 triliun. Disusul, minuman mengandung etil alkohol sebesar Rp4,953 triliun atau 4,2 persen dari target Rp5,52 triliun, dan etanol Rp135 miliar atau minus 14,67 persen dari target sebesar Rp147 miliar.

Dia memprediksi, realisasi penerimaan yang lebih besar akan terjadi pada akhir tahun. Ada beberapa indikator yang memengaruhi penerimaan dari bea masuk, cukai, dan bea keluar jelang akhir tahun nanti. 

"Bisa meningkat tiga kali lipat, disebabkan adanya PMK (Peraturan Menteri Keuangan) Nomor 20 Tahun 2015, pelunasan harus dibayarkan. Bahwa, realisasi sampai dengan sekarang itu mengalami pertumbuhan dibanding tahun kemarin. Kedua, terjadi perbaikan ekonomi nasional. Ketiga, dampak penertiban yang dilakukan oleh bea cukai. Keempat, pola, kenapa bisa melonjak akhir tahun, karena itu PMK Nomor 20 Tahun 2015," ujarnya. 

Pihaknya optimistis realisasi penerimaan bea dan cukai akan mencapai 97,3 persen. Karena itu, dalam waktu kurang dari satu bulan ini, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai memaksimalkan kinerjanya.

"Bea cukai dengan kinerja seperti itu dan dibandingkan tahun 2016, maka bea cukai optimis 2017, lebih baik dari tahun sebelumnya. Di mana pencapaian 2016, realisasinya sebesar 97,3 persen. Dengan demikian 2017 ini, bea cukai berharap pencapaiannya di atas tahun kemarin sebesar 97,3 persen," ujarnya.


Editor : Ranto Rajagukguk