Penggunaan Dana Bergulir Tidak Tepat, KUMKM Bisa Merugi

Diaz Abraham ยท Rabu, 07 November 2018 - 09:00 WIB
Penggunaan Dana Bergulir Tidak Tepat, KUMKM Bisa Merugi

Direktur Utama LPDB-KUMKM Braman Setyo menyerahkan secara simbolis dana bergulir kepada penerima di acara Sosialisasi dan Bimbingan Teknis Program Inklusif LPDB-KUMKM di Kabupaten Kuningan, Jawa Barat baru-baru ini. (Foto: LPDB-KUMKM).

JAKARTA, iNews.id - Banyak cara bagi Koperasi serta Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (KUMKM) untuk mengakses modal usaha, salah satunya melalui dana bergulir milik Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi dan Usaha, Mikro, Kecil, dan Menengah (LPDB-KUMKM). Namun kucuran rupiah tersebut harus digunakan untuk mengembangkan usaha.

Direktur Utama LPDB-KUMKM Braman Setyo menegaskan, dana yang dipinjam dari pihaknya harus digunakan untuk memutarkan roda usaha. Kalau tidak, akan menjadi beban di kemudian hari.

“Kalau dana ini untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, maka ini akan berisiko tinggi untuk pengembaliannya nanti. Ini harus dihindari,” kata Braman di acara Sosialisasi dan Bimbingan Teknis Program Inklusif LPDB-KUMKM di Kabupaten Kuningan, Jawa Barat baru-baru ini.

Pinjaman LPDB-KUMKM, lanjut Braman, harus digunakan KUMKM secara hati-hati. Sebab, dana ini berasal dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN).

“Tidak boleh bermain dengan dana APBN, kami tidak ingin dana ini diselewengkan,” ujarnya.

Selain peruntukan dana bergulir, penyebab sulitnya sebuah koperasi untuk berkembang adalah pemberian komisi bagi anggota yang meminjamkan aset pada mereka. Braman menilai hal ini ditakutkan dapat menjadi bumerang.

Senada dengan Braman, Direktur Bisnis LPDB-KUMKM, Iman Pribadi berharap KUMKM tidak terjebak dengan penggunaan dana bergulir untuk kegiatan nonproduktif. Pasalnya selama ini KUMKM mengajukan pembiayaan melebihi kebutuhannya, tapi langkah tersebut tidak didasari kemampuan pengembalian.

“Hadirnya LPDB diharapkan tidak hanya sekadar memberikan pinjaman atau pembiayaan saja, tapi memberikan nilai tambah para pelaku koperasi dan UMKM,” jelas Iman.

Sebagai catatan, sejak 2008 hingga Oktober 2018 LPDB-KUMKM telah menyalurkan dana bergulir senilai Rp8,53 triliun. Dari angka ini, Jawa Barat memperoleh Rp882 miliar, termasuk Kabupaten Kuningan yang menerima Rp29 miliar.

Khusus di Provinsi Jawa Barat, LPDB-KUMKM akan menggenjot penyaluran dana bergulir dengan mengandeng Bank Jabar Banten (bjb). Kebijakan ini diharapkan terealisasi pada November ini.


Editor : Zen Teguh