Periode 2005-2018, LPS Sudah Likuidasi 92 Bank

Rully Ramli ยท Kamis, 10 Januari 2019 - 22:19 WIB
Periode 2005-2018, LPS Sudah Likuidasi 92 Bank

Ilustrasi. (Foto: Okezone)

JAKARTA, iNews.id - Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) mencatat sejak 2005 hingga 2018 telah mencabut izin 92 bank. Pada tahun 2018 saja, LPS telah melikuidasi tujuh bank.

Kepala Eksekutif LPS Fauzi Ichsan menuturkan, dari total bank yang dilikuidasi, satu di antaranya bank umum, sementara 91 adalah Bank Perkreditan Rakyat (BPR).   

"Saat ini bank yang sudah selesai dilikuidasi 72 bank, yang proses likuidasi ada 20 bank," ujarnya di Jakarta Kamis (1/10/2018). 

Fauzi menjelaskan, dengan penutupan tersebut klaim yang sudah dibayarkan hingga saat ini mencapai Rp1,06 triliun. Kendati demikian, jumlah pengajuan klaim yang ada yakni sebesar Rp1,6 triliun.

"Sepanjang 2018, ada tujuh bank yang ditutup dengan total penjaminan mencapai Rp1,06 triliun," ujarnya

Fauzi menjelaskan, saat ini pihaknya tengah menyiapkan program restrukturisasi perbankan yang lebih baik, di mana program ini melengkapi kewajiban LPS yang sudah diatur dalam Undang-Undang (UU).

"Saat ini program restrukturisasi perbankan yang baru dan komprehensif tengah disiapkan LPS. Bersama OJK (Otoritas Jasa Keuangan) dan Bank Indonesia (BI). Recovery plan dan resolution plan," kata Fauzi.

Sementara itu, sampai dengan November tahun lalu LPS mengantongi total aset sebesar Rp103 triliun. Jumlah tersebut terdiri dari Investasi Rp90,56 triliun, kas piutang Rp11,25 triliun, fix asset Rp102,5 miliar, dan aset lainnya Rp1,13 triliun.

"Sementara itu, pendapatan per Januari-November 2018 mencapai Rp16,8 triliun. Terdiri dari pendapatan premi sebesar Rp10,9 Triliun, yang kedua investasi Rp5,9 Triliun," tutur Fauzi.

Berdasarkan data bulan November 2018, cakupan penjaminan LPS masih berada di level memadai. Per November 2018, jumlah rekening yang dijamin LPS adalah sebesar 99,91persen dari total rekening atau setara dengan 271 juta rekening.

"Sementara secara nominal jumlah simpanan yang dijamin mencapai 52,20 persen dari total simpanan atau setara dengan Rp 2.445,6 triliun," tutur Fauzi.


Editor : Ranto Rajagukguk