Rupiah Menguat Tipis ke Rp13.639 pada Awal Pekan

Ranto Rajagukguk ยท Senin, 20 Januari 2020 - 18:05 WIB
Rupiah Menguat Tipis ke Rp13.639 pada Awal Pekan

Kurs rupiah menguat tipis. (Foto: iNews.id/Yudistiro Pranoto)

JAKARTA, iNews.id - Kurs rupiah di pasar spot pada akhir perdagangan, Senin (20/1/2020) menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) setelah bergerak dua arah. Mata uang Garuda terpantau masih berada di level psikologis Rp13.600 per dolar AS.

Data Bloomberg menunjukkan, rupiah ditutup menguat 6 poin atau 0,04 persen menjadi Rp13.639 per dolar AS dari posisi akhir pekan kemarin Rp13.645 per dolar AS. Laju pergerakan harian rupiah tercatat Rp13.637-13.655 per dolar AS dengan level pembukaan di Rp13.640 per dolar AS.

Yahoo Finance mencatat, rupiah terapresiasi 11 poin atau 0,08 persen menjadi Rp13.633 per dolar AS dari sesi terakhir sebelumnya Rp13.644 per dolar AS. Saat dibuka, rupiah diperdagangkan di Rp13.644 per dolar AS dengan rentang pergerakan harian Rp13.633-13.648 per dolar AS.

Berdasarkan laporan Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia, rupiah melemah 6 poin menjadi Rp13.654 per dolar AS dari sebelumnya Rp13.648 per dolar AS.

Direktur PT TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi mengatakan, nilai tukar rupiah pada awal pekan menguat seiring kehati-hatian para pelaku pasar. "Pasar cenderung hati-hati sambil menanti Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia yang dilaksanakan 22-23 Januari mendatang," katanya di Jakarta, Senin (20/1/2020).

Ada proyeksi Bank Indonesia (BI) kembali memangkas suku bunga acuan sebesar 25 persen menjadi 4,75 persen, walaupun banyak pengamat yang mengatakan bank sentral masih akan tetap mempertahankan suku bunga acuan. Dari eksternal, pasar merespons rilis data pertumbuhan ekonomi yang kuat setelah China melaporkan bahwa Produk Domestik Bruto (PDB) tumbuh 6 persen pada kuartal keempat, yang berarti pertumbuhan ekonomi melambat menjadi 6,1 persen pada 2019.

Meskipun angka tersebut sesuai dengan harapan, itu juga merupakan pertumbuhan terlemah Negeri Tirai Bambu dalam hampir tiga dekade.

Dari AS, data housing start atau jumlah proyek konstruksi perumahan baru yang telah dimulai selama sebulan, lebih baik dari perkiraan. Pembangunan perumahan di AS melonjak ke level tertinggi dalam 13 tahun terakhir pada Desember karena aktivitas meningkat di seluruh wilayah, yang menunjukkan pemulihan pasar perumahan kembali ke jalurnya di tengah rendahnya suku bunga Kredit Pemilikan Rumah (KPR).

Pembangunan perumahan mencapai 1,608 juta unit pada Desember dibandingkan dengan 1,375 juta unit pada November 2019 dan ekspektasi pasar 1,373 juta unit, menurut data yang dikeluarkan oleh Biro Konsensus AS pada Jumat (17/1/2020) lalu.

"Data positif itu mengurangi kemungkinan bahwa Federal Reserve akan memangkas suku bunga ketika bertemu akhir bulan ini," ujar Ibrahim.


Editor : Ranto Rajagukguk