Rupiah Pagi Ini Menguat Tipis dari Dolar AS

Dinar Fitra Maghiszha ยท Selasa, 30 November 2021 - 10:12:00 WIB
Rupiah Pagi Ini Menguat Tipis dari Dolar AS
Nilai tukar mata uang Rupiah dibuka menguat tipis terhadap Dolar AS pagi ini. Rupiah turun 18 poin atau 0,13 persen di Rp14.301 per 1 dolar AS. (foto: Antara)

JAKARTA, iNews.id - Nilai tukar mata uang Rupiah dibuka menguat terhadap Dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Selasa pagi (30/11/2021). Pantauan di pasar spot Bloomberg hingga pukul 09:13 WIB, Rupiah turun 18 poin atau 0,13 persen di harga Rp14.301 per 1 Dolar AS.

Selain Rupiah, sebagian besar mata uang negara Asia terpantau unggul terhadap dolar AS, ketika indeks dolar AS melemah -0,18 persen di level 96,16 dolar AS. Baht Thailand melesat sebesar 0,28 persen di 33,615, Ringgit Malaysia naik 0,08 persen di 4,2335, dan Won Korea Selatan meroket 0,34 persen di 1.186,61,

Kemudian, Dolar Singapura menanjak 0,05 persen di 1,3679, dan Dolar Taiwan naik stabil 0,00 persen di 27.759, Dolar Hong Kong unggul tipis 0,01 persen di 7,7987, dan Yuan China naik 0,20 persen di 6,3745.

Berbeda dari lainnya, Yen Jepang masih terpukul sebesar -0,14 persen di 113,67, dan Peso Filipina juga terpuruk -0,06 persen di 50,29,

Pasar mata uang mulai mengalami rebound setelah sempat keok dengan berita penemuan varian baru Covid-19, Omicron yang membuat investor bergegas melindungi aset berisikonya pada hari Minggu (28/11/2021) lalu.

Sejumlah analis memperingatkan investor untuk lebih waspada terkait potensi volatilitas pasar mengingat masih sedikit informasi mengenai jenis baru virus tersebut.

"Sampai saat itu, volatilitas pasar kemungkinan akan tetap tinggi," Analis FX di National Australia Bank Rodrigo Catril dalam catatannya, dilansir Reuters, Senin (29/11/2021).

Sementara itu, aktivitas China di sektor jasa dilaporkan tumbuh lebih lambat pada bulan November, sejalan dengan pukulan kebijakan pembatasan baru saat otoritas terkait berusaha menahan penyebaran varian baru.

Namun, geliat industri pabrik China mengalami peningkatan pada November, setelah masalah hambatan pasokan dan krisis energi sempat mereda.

Biro Statistik Nasional (NBS) melaporkan Indeks Manajer Pembelian (PMI) manufaktur berada pada poin 50,1 pada November, naik dari 49,2 pada Oktober.

Editor : Aditya Pratama

Bagikan Artikel: