Rupiah Pagi Tertekan hingga Tembus Level Rp16.500 per Dolar AS

Ranto Rajagukguk ยท Senin, 23 Maret 2020 - 10:31 WIB
Rupiah Pagi Tertekan hingga Tembus Level Rp16.500 per Dolar AS

Kurs rupiah tertekan. (Foto: iNews.id)

JAKARTA, iNews.id - Kurs rupiah di pasar spot pada perdagangan, Senin (23/3/2020) terus mendapat tekanan dari dolar Amerika Serikat (AS). Mata uang Garuda kini tembus di level psikologis Rp16.500 per dolar AS.

Data Bloomberg pukul 09.34 WIB menunjukkan, rupiah terdepresiasi 590 poin atau 3,70 persen menjadi Rp16.550 per dolar AS dari posisi pekan kemarin Rp15.960 per dolar AS. Laju pergerakan harian rupiah tercatat Rp15.975-16.574 per dolar AS dengan level pembukaan di Rp15.975 per dolar AS.

Business Insider mencatat, rupiah melemah 475 poin atau 2,95 persen menjadi Rp16.575 per dolar AS dari sesi terakhir sebelumnya Rp16.100 per dolar AS. Saat dibuka, rupiah diperdagangkan di Rp15.925 per dolar AS dengan rentang pergerakan harian Rp15.925-16.575 per dolar AS.

Berdasarkan laporan Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia, rupiah melemah 335 poin menjadi Rp16.608 per dolar AS dari sebelumnya Rp16.273 per dolar AS.

Nilai tukar rupiah pada awal pekan kembali tertekan menembus level Rp16.500 per dolar AS. "Rupiah kemungkinan bisa tertekan lagi hari ini mengikuti sentimen negatif yang membayangi pergerakan aset berisiko pagi ini seperti indeks saham futures AS, indeks saham Australia, Nikkei  (Jepang) dan Kospi (Korea Selatan) yang bergerak negatif serta sebagian mata uang Asia yang melemah terhadap dolar AS," kata Kepala Riset Monex Investindo Futures di Jakarta, Senin (23/3/2020).

Menurut Ariston, kekhawatiran terhadap peningkatan penyebaran wabah virus corona (Covid-19) ditambah dengan stimulus pemerintah AS senilai 1,3-2 triliun dolar AS yang belum mencapai kata sepakat dengan senat AS, menjadi penyebab sentimen negatif tersebut.

WHO sendiri masih terus melaporkan peningkatan kasus penularan wabah Covid-19 di dunia dengan lebih dari 294.000 positif. Sementara itu, pasar masih menunggu kabar kesepakatan stimulus pemerintah AS malam ini.

Bila sepakat, lanjut Ariston, bisa membantu memberikan sentimen positif ke pasar keuangan karena stimulus yang besar.

"Pergerakan USD-IDR hari ini masih berpotensi untuk naik mendekati level tertinggi Juni 1998 di Rp16.850 dengan potensi support di kisaran Rp15.900," ujar Ariston.


Editor : Ranto Rajagukguk