Rupiah Perkasa, Pengusaha Diminta Tambah Stok Bahan Baku Impor

Isna Rifka Sri Rahayu ยท Kamis, 08 November 2018 - 14:13 WIB
Rupiah Perkasa, Pengusaha Diminta Tambah Stok Bahan Baku Impor

Ilustrasi. (Foto: iNews.id/Yudistiro Pranoto)

JAKARTA, iNews.id - Selama sepekan terakhir, nilai tukar rupiah terhadap mata uang dolar Amerika Serikat (AS) terus menguat ke level psikologis Rp14.500 per dolar AS. Penguatan ini didukung oleh berbagai sentimen positif baik dari dalam maupun luar negeri.

Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Bhima Yudhistira Adhinegara mengatakan, pengusaha dapat memanfaatkan penguatan ini untuk membeli bahan baku produksi yang berbasis impor. Pasalnya, dengan kurs rupiah yang menguat ini harga produk impor sedikit turun ketimbang pada saat rupiah di atas Rp15.000 pada sepekan lalu.

"Yang perlu dimanfaatkan adalah mendorong perusahaan yang memiliki beban bahan baku impor untuk melakukan pembelian lebih awal mumpung biaya impor sedikit turun," ujarnya kepada iNews.id, Kamis (7/11/2018).

Dia melanjutkan, momentum penguatan ini harus dimanfaatkan dengan baik untuk menyetok bahan baku produksi lebih banyak. Pasalnya, penguatan ini sewaktu-waktu dapat berbalik arah. "Ini momentum yang bagus untuk simpan stok lebih banyak di gudang. Karena tidak ada yang bisa menebak sampai kapan penguatan rupiah berlanjut," ucapnya.

Selain itu, dia juga menyarankan Bank Indonesia (BI) untuk menahan laju kenaikan suku bunga acuannya. Sebab, sekarang selain penguatan rupiah, dana dari investor asing pun sudah mulai masuk.

"Bagi BI bisa sedikit menahan laju kenaikan suku bunga acuan. Saya kira BI punya ruang untuk menahan kenaikan bunga," kata dia.

Menurut dia, hal ini dapat menjadi angin sejuk bagi pelaku usaha yang selama ini menahan diri untuk melakukan ekspansi. Pasalnya, kenaikan suku bunga acuan BI turut menaikkan biaya peminjaman (cost of borrowing).

"Beri napas sejuk ke pelaku usaha dengan menahan sementara kenaikan bunga acuan sehingga bisa lebih banyak pinjam kredit ke bank," tuturnya.

Investor asing per kemarin mencatatkan pembelian bersih di pasar modal Indonesia sebesar Rp1,06 triliun. Menurut dia hal ini dipengaruhi oleh sentimen rilis pertumbuhan ekonomi kuartal III 2018 sebesar 5,17 persen relatif tinggi jika dibanding kuartal III tahun lalu.


Editor : Ranto Rajagukguk