Seharian Menguat, Kurs Rupiah Ditutup ke Rp13.878 per Dolar AS

Ranto Rajagukguk ยท Selasa, 07 Januari 2020 - 18:41 WIB
Seharian Menguat, Kurs Rupiah Ditutup ke Rp13.878 per Dolar AS

Kurs rupiah menguat. (Foto: iNews.id)

JAKARTA, iNews.id - Kurs rupiah di pasar spot pada akhir perdagangan, Selasa (7/1/2020) terus mencatatkan penguatan terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Mata uang Garuda terpantau berada di level psikologis Rp13.800 per dolar AS.

Data Bloomberg menunjukkan, rupiah terapresiasi 66 poin atau 0,47 persen menjadi Rp13.878 per dolar AS dari sesi terakhir sebelumnya Rp13.944 per dolar AS. Laju pergerakan harian rupiah tercatat Rp13.878-13.935 per dolar AS dengan level pembukaan di Rp13.934 per dolar AS.

Yahoo Finance mencatat, rupiah menguat 84 poin atau 0,60 persen menjadi Rp13.873 per dolar AS dari posisi kemarin Rp13.957 per dolar AS. Saat dibuka, rupiah diperdagangkan di Rp13.957 per dolar AS dengan rentang pergerakan harian Rp13.873-13.957 per dolar AS.

Berdasarkan laporan Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia, rupiah menguat 42 poin menjadi Rp13.919 per dolar AS dari sebelumnya Rp13.961 per dolar AS. 

Direktur PT Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi mengatakan nilai tukar rupiah menguat di tengah gejolak di Timur Tengah yang dipicu konflik antara AS dan Iran. "Di awal tahun 2020, pemerintah terus melakukan konsolidasi guna mengantisipasi gejolak politik akibat ketegangan di Timur Tengah antara AS dan Iran," kata dia di Jakarta, Selasa (7/1/2020).

Dengan strategi bauran yang sudah dijalankan dan ditambah lagi reformasi secara menyeluruh baik di birokrasi, keuangan, maupun yang lainnya, lanjut Ibrahim, menjadikan kekuatan tersendiri bagi pertumbuhan ekonomi yang stabil sehingga akan memantik arus modal asing kembali masuk pasar dalam negeri.

Di samping itu, Bank Indonesia (BI) hari ini kembali melakukan intervensi di pasar valuta asing (valas) dan obligasi di perdagangan Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF). Dinamika kondisi global sudah antisipasi sebelumnya oleh BI, sehingga bank sentral dengan sigap dan melakukan penjagaan ketat dan ekstra waspada terhadap mata uang Garuda itu.

"Intervensi bersama yang dilakukan oleh Bank Indonesia dan pemerintah membawa keberkahan tersendiri di tengah mata uang lainnya melemah, sehingga mata uang Garuda kembali perkasa di penutupan pasar sore ini," ujar Ibrahim.

Editor : Ranto Rajagukguk