Sejak Awal 2020, BI Injeksi Likuiditas Rp583,5 Triliun ke Pasar Uang dan Perbankan

Suparjo Ramalan ยท Selasa, 19 Mei 2020 - 15:40 WIB
Sejak Awal 2020, BI Injeksi Likuiditas Rp583,5 Triliun ke Pasar Uang dan Perbankan

Bank Indonesia. (Foto: ilustrasi/Okezone)

JAKARTA, iNews.id - Bank Indonesia (BI) memastikan likuiditas di pasar uang dan perbankan tetap terjaga. Jaminan likuiditas dibutuhkan untuk memastikan program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) berjalan dengan baik.

"Sejak awal 2020, Bank Indonesia telah melakukan injeksi likuiditas ke pasar uang dan perbankan hingga mencapai Rp583,5 triliun," ujar Gubernur BI, Perry Warjiyo lewat konferensi video, Selasa (19/5/2020).

Perry mengatakan, injeksi likuiditas tersebut dilakukan melalui berbagai skema yaitu pembelian SBN di pasar sekunder, penyediaan likuiditas lewat transaksi term-repo SBN, swap valas, serta penurunan Giro Wajib Minimum (GMW) rupiah.

Likuiditas perbankan, menurut Perry, saat ini cukup memadai. Hal itu ditandai dengan rerata harian volume PUAB pada April 2020 sebesar Rp9,2 triliun. Selain itu, rasio Alat Likuid terhadap Dana Pihak Ketiga (DPK) juga tetap besar yakni 24,16 persen pada Maret 2020.

Dia mengatakan, situasi ini berdampak positif pada penurunan suku bunga. Pada Aprill 2020, rata-rata suku bunga PUAB O/N dan suku bunga JIBOR tenor 1 minggu bergerak stabil di kisaran level BI7DRR yakni 4,31 persen dan 4,6 persen. Sementara rata-rata tertimbang suku bunga deposito dan kredit tercatat masing-masing 5,92 persen dan 10,17 persen.

Perry menilai, penurunan suku bunga tersebut berdampak pada kenaikan pertumbuhan besaran moneter M1 dan M2 pada Maret masing-masing 15,6 persen dan 12,1 persen.

"Bank Indonesia akan terus memastikan kecukupan likuiditas di pasar uang dan perbankan dalam mendukung program Pemulihan Ekonomi Nasional, khususnya dalam rangka restrukturisasi kredit perbankan," ujarnya.

Editor : Rahmat Fiansyah