Selama Ramadan, Permintaan Pinjaman Online Naik hingga 30 Persen

Isna Rifka Sri Rahayu ยท Kamis, 16 Mei 2019 - 20:04 WIB
Selama Ramadan, Permintaan Pinjaman Online Naik hingga 30 Persen

Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) mencatat peningkatan permintaan pinjaman online selama Ramadan sebesar 30 persen. (Foto: Shutterstock)

JAKARTA, iNews.id - Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) mencatat peningkatan permintaan pinjaman online selama Ramadan sebesar 30 persen. Pasalnya, pada periode ini tingkat konsumsi masyarakat meningkat begitu pun dengan pinjamannya.

Ketua Harian AFPI Kuseryansyah mengatakan, pada tahun lalu peningkatan selama Ramadan sebesar 15-20 persen. Namun, seiring dengan bertambahnya platform pinjaman online, maka dia yakin Ramadan tahun ini akan lebih dari itu 

"Secara tahunan bisa tumbuh dibanding Lebaran tahun lalu, 30-40 persen, karena tambahan penyelenggara baru, yang penyelenggara lama juga semakin mature. Kapasitas juga semakin meningkat," ujarnya di Centennial Tower, Kamis (16/5/2019).

Permintaan pinjaman online yang paling tinggi pada periode ini berasal dari pembiayaan merchant. Pasalnya, pembiayaan konsumtif yang berasal dari pembelian online atau e-commerce tumbuh signifikan.

"P2P karena selain pembiayaan konsumtif juga ada pembiayaan produktif ngangkat. Kalau e-commerce jualannya laku, produksi dari merchant ini juga meningkat. Kebutuhan merchant ini mendapatkan pinjaman dari fintech P2P," ucapnya.

Kendati demikian, menurut dia seharusnya permintaan meningkat sejak dua bulan sebelum Ramadan tiba dan akan terus meningkat hingga menjelang Idul Fitri. Hal ini berdasarkan dengan tren konsumsi saat Ramadan setiap tahunnya.

"Kalau setelah Ramadan meningkat sebenarnya terlambat. Seharusnya itu sebelum Ramadan, bahkan dua bulan sebelum Ramadan. Tapi ketika masuk Ramadan, peningakatan lebih meningkat, tetap ada pembiayaan di merchant," tuturnya.

Berdasarkan data OJK, hingga kini terdapat 113 penyelenggara Fintech Lending yang berstatus terdaftar di OJK, dan lima di antaranya sudah berstatus berizin. Untuk menjadi anggota AFPI, penyelenggara pinjaman online harus sudah terdaftar di OJK.

Kehadiran AFPI sebagai wadah bagi seluruh penyelenggara Fintech Lending dan menjadi mitra strategis OJK dalam menjalankan fungsi peraturan dan pengawasan para penyelenggara pinjaman online sesuai dengan penunjukkan OJK No.5-5/D.OS/IKNB/2019.

"Kehadiran AFPI akan mendukung program pemerintah meningkatkan inklusi keuangan masyarakat, serta mengisi kebutuhan kredit masyarakat khususnya UMKM dan yang belum terlayani jasa keuangan konvensional," tuturnya.


Editor : Ranto Rajagukguk