Sesi Pagi, Kurs Rupiah Tertekan ke Rp14.057 per Dolar AS

Ranto Rajagukguk ยท Rabu, 11 September 2019 - 10:44 WIB
Sesi Pagi, Kurs Rupiah Tertekan ke Rp14.057 per Dolar AS

Kurs rupiah melemah. (Foto: iNews.id/Yudistiro Pranoto)

JAKARTA, iNews.id - Kurs rupiah di pasar spot pada perdagangan, Rabu (11/9/2019) pagi mendapatkan tekanan dari dolar Amerika Serikat (AS). Meski begitu mata uang Garuda masih stabil di level psikologis Rp14.000 per dolar AS.

Data Bloomberg menunjukkan, rupiah melemah 5 poin atau 0,04 persen menjadi Rp14.057 per dolar AS dari posisi terakhir kemarin Rp14.052 per dolar AS. Laju pergerakan harian rupiah tercatat Rp14.057-14.066 per dolar AS dengan level pembukaan di Rp14.057 per dolar AS.

Yahoo Finance mencatat, rupiah terdepresiasi 29 poin atau 0,20 persen menjadi Rp14.056 per dolar AS. Saat dibuka, rupiah diperdagangkan di Rp14.027 per dolar AS dengan rentang pergerakan harian Rp14.027-14.065 per dolar AS.

Berdasarkan laporan Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia, rupiah melemah 32 poin menjadi Rp14.063 per dolar AS dari sebelumnya Rp14.031 per dolar AS.

Sebagai informasi, kurs dolar AS menguat pada akhir perdagangan Selasa (10/9/2019) waktu setempat karena investor menunggu keputusan kebijakan moneter negara-negara besar.

Mengutip Xinhua, Rabu (11/9/2019), Bank Sentral Eropa akan meninjau kebijakannya akhir pekan ini, sementara Federal Reserve AS bakal memulai pertemuan kebijakan dua hari pada 17 September.

Indeks dolar, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama, naik 0,05 persen menjadi 98,3332 pada akhir perdagangan.

Pada akhir perdagangan New York, euro jatuh menjadi 1,1046 dolar AS dari 1,1052 dolar AS pada sesi sebelumnya, dan pound Inggris naik menjadi 1,2353 dolar AS dari 1,2345 dolar AS pada sesi sebelumnya. Dolar Australia turun menjadi 0,6860 dolar AS dari 0,6862 dolar AS.

Dolar AS dibeli 107,43 yen Jepang, lebih tinggi dari 107,15 yen Jepang pada sesi sebelumnya. Dolar AS turun menjadi 0,9909 franc Swiss dari 0,9917 franc Swiss, dan turun menjadi 1,3150 dolar Kanada dari 1,3163 dolar Kanada. 


Editor : Ranto Rajagukguk