SMF Akan Luncurkan Program KPR Pascabencana untuk PNS

Isna Rifka Sri Rahayu ยท Jumat, 07 Desember 2018 - 11:00 WIB
SMF Akan Luncurkan Program KPR Pascabencana untuk PNS

Ilustrasi. (Foto: iNews.id/Yudistiro Pranoto)

JAKARTA, iNews.id - PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) akan meluncurkan program Kredit Pemilikan Rumah (KPR) bagi korban bencana alam. Program yang dinamakan KPR SMF pascabencana ini rencananya dimulai tahun depan.

Direktur Utama SMF Ananta Wiyogo mengatakan, program ini dibentuk setelah bencana di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB). Oleh karenanya, sebagai permulaan program ini akan diberikan kepada Aparatur Sipil Negara (ASN) yang menjadi korban bencana di NTB.

"Kita lihat bahwa nantinya masyarakat Lombok akan mendapatkan bantuan per keluarga kurang lebih Rp50 juta. Khusus untuk ASN uang Rp50 juta itu tidak cukup untuk memperbaiki rumahnya," ujarnya di Hotel Novotel Nusa Dua, Bali, Kamis (6/12/2018).

Dia melanjutkan, pihaknya menyasar ASN karena slip gaji ASN berada di BPD NTB sehingga mudah didapat untuk memitigasi credit risk. Rencananya jika penerapan kepada ASN lancar, baru akan memberlakukan program ke masyarakat umum.

Adapun program ini diberikan dalam bentuk dana perbaikan rumah agar rumah yang luluh lantak akibat bencana dapat segera diperbaiki. "KPR SMF pascabencana sekarang sedang minta approval, rencana 2019 akan kami luncurkan," kata dia.

Pada awal program nanti, SMF telah mengalokasikan anggaran untuk 3.000 peserta. Menurut dia, setiap peserta akan diberikan pagu anggaran kredit hingga Rp100 juta untuk memperbaiki rumahnya. Menurut dia, anggaran yang disiapkan untuk program KPR SMF pascabencana pada tahun depan adalah 3.000 peserta.

Setiap peserta diberi pagu kredit maksimal sebesar Rp100 juta untuk memperbaiki rumah. "Masyarakat kan dapat bantuan per keluarga Rp50 juta, itu enggak cukup kalau memperbaiki rumahnya. Ini sebagai alternatif, tuturnya.

Sebelumnya, pemerintah berencana membangun rumah Risha untuk korban bencana di Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah. Dalam pembangunannya pemerintah bakal mengikutsertakan kontraktor non BUMN.

Direktur Jenderal Bina Konstruksi Kementerian PUPR Syarif Burhanudin mengatakan, beberapa anggota Asosiasi Kontraktor Indonesia (AKI) non-BUMN telah menyatakan kesediaannya untuk membantu. Pasalnya, dibutuhkan lebih banyak lagi rumah prescat di tempat bencana ini daripada pembangunan di Lombok, NTB.

"Jadi bentuknya itu ada dari yang tahan gempa, Risha itu. Akan dimulai segera. Rencananya yang ikut non BUMN itu masih diidentifikasi tapi 10 (kontraktor) mungkin ada," ujarnya di Hotel Borobudur, Jakarta, Selasa (2/10/2018).

Sama seperti di Lombok, nantinya korban yang rumahnya hancur akibat bencana akan diberikan bantuan oleh pemerintah. Adapun setiap keluarga akan dibantu sebesar Rp50 juta untuk membangun kembali huniannya. "Biayanya, itu tiap keluarga Rp50 juta untuk bangun rumah. Nah biaya precastnya kami upayakan seminimal mungkin," kata dia.


Editor : Ranto Rajagukguk