Soal Pengelolaan Dana Pensiun, Sri Mulyani: So Tiny, Sangat Kecil

Ade Miranti Karunia Sari ยท Rabu, 26 September 2018 - 15:37:00 WIB
Soal Pengelolaan Dana Pensiun, Sri Mulyani: So Tiny, Sangat Kecil
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. (Foto: iNews.id/Ade Miranti)

JAKARTA, iNews.id - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengkritisi rendahnya pengelolaan dana pensiun di Indonesia. Bahkan, dibanding Thailand yang jumlah penduduknya lebih kecil, pengelolaan dana pensiun Indonesia masih sangatlah kecil.

Sri Mulyani merinci, total pengelolaan dana pensiun saat ini baru mencapai Rp266 triliun atau 1,85 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB). "Negara tetangga Thailand punya akumulasi dana pensiun diatas 6 persen jadi hampir 4 kali lipat kita itu pun masih kecil. Kalau gunakan benchmark negara maju seperti Kanada bisa kumpulkan dana pensiun hingga 72 persen dari GDP," ujarnya dalam acara HUT Asosiasi Dana Pensiun Indonesia (ADPI) ke-33 di Hotel Bidakara, Jakarta, Rabu (26/9/2018).

Selain itu, dia juga memaparkan, dibanding pengelolaan dana Industri Keuangan Non-Bank lainnya, dana pensiun masih tergolong rendah. Saat ini, total dana kelolaan IKNB di Indonesia mencapai Rp2.279 triliun, dan dana pensiun berkontribusi hanya 11,7 persen saja.

"Indikator dana pensiun Indonesia total aset sekarang IKNB Rp2.279 triliun Industri keuangan bukan bank. Pensiun 11,7 persen dari total IKNB nilainya. So tiny sangat kecil," ucapnya.

Rendahnya pengelolaan dana pensiun akan tercermin dari ketahanan ekonomi dalam menghadapi situasi global. Jika ada risiko-risiko yang terjadi global, maka ekonomi nasional akan mengalami gejolak.

"Dana pensiun salah satu kenapa Indonesia alami tekanan dengan mudah apabila kondisi lingkungan global berubah. Karena Indonesia belum miliki kedalaman pasar keuangan," katanya.

Jika diibaratkan, Indonesia seperti danau yang sangat dangkal. Oleh karenannya ketika dilempar sedikit krikil akan menimbulkan percikan yang sangat besar sekali.

"Indonesia akan seperti danau yang sangat dangkal, begitu orang melempar kerikil percikannya akan besar sekali. Beda dengan Danau Toba, kapal jatuh saja tidak bisa dicari," ucapnya.

Editor : Ranto Rajagukguk