Stabil Menguat, Kurs Rupiah Ditutup ke Rp14.037 per Dolar AS

Ranto Rajagukguk, Antara ยท Jumat, 06 Desember 2019 - 18:16 WIB
Stabil Menguat, Kurs Rupiah Ditutup ke Rp14.037 per Dolar AS

Kurs rupiah menguat. (Foto: Shutterstock)

JAKARTA, iNews.id - Kurs rupiah di pasar spot pada akhir perdagangan, Jumat (6/12/2019) bertahan menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Mata uang Garuda terpantau betah di level psikologis Rp14.000 per dolar AS.

Data Bloomberg menunjukkan, rupiah ditutup terapresiasi 30 poin atau 0,22 persen menjadi Rp14.037 per dolar AS dari posisi kemarin Rp14.068 per dolar AS. Laju pergerakan harian rupiah tercatat Rp14.029-14.042 per dolar AS dengan level pembukaan di Rp14.031 per dolar AS.

Yahoo Finance mencatat, rupiah menguat 25 poin atau 0,17 persen menjadi Rp14.035 per dolar AS dari sesi terakhir sebelumnya Rp14.060 per dolar AS. Saat dibuka, rupiah diperdagangkan di Rp14.010 per dolar AS dengan rentang pergerakan harian Rp14.010-14.090 per dolar AS.

Berdasarkan laporan Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia, rupiah menguat 57 poin menjadi Rp14.037 per dolar AS dari sebelumnya Rp14.094 per dolar AS.

Kepala Riset Monex Investindo Future Ariston Tjendra mengatakan, nilai tukar rupiah pada akhir pekan sore ini terapresiasi seiring munculnya harapan adanya kesepakatan perdagangan antara Amerika Serikat (AS) dan China pada pertengahan Desember ini.

"Pelaku pasar uang optimistis sebelum tutup tahun ini akan terjadi kesepakatan dagang AS-China, rencananya tanggal 15 Desember ini," ujarnya di Jakarta, Jumat (6/12/2019).

Kendati demikian, menurut Ariston, apresiasi rupiah relatif masih terbatas mengingat pada pengalaman sebelumnya Presiden AS Donald Trump suka melontarkan keputusan yang kontroversial.

"Pelaku pasar mulai melakukan akumulasi ke aset mata uang berisiko meski tidak terlalu masif, mereka masih wait and see juga. Namun sejauh ini tone-nya cukup positif mengenai perang dagang," ucapnya.

Menurut dia, jika kesepakatan perdagangan AS-China itu benar-benar terjadi maka ruang bagi mata uang rupiah akan masuk dalam tren penguatan terhadap dolar AS.

Dari dalam negeri, lanjut dia, data cadangan devisa Indonesia yang stabil di tengah perlambatan ekonomi global turut memberikan optimisme terhadap pelaku pasar bahwa ekonomi nasional cukup kondusif.

Bank Indonesia mencatat posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir November 2019 sebesar 126,6 miliar dolar AS, turun tipis dibandingkan dengan posisi pada akhir Oktober 2019 sebesar 126,7 miliar dolar AS.


Editor : Ranto Rajagukguk