Survei: 69 Persen Milenial Indonesia Tidak Mengerti Investasi

Rully Ramli ยท Kamis, 11 Juli 2019 - 14:50 WIB
Survei: 69 Persen Milenial Indonesia Tidak Mengerti Investasi

Community & Event Lead Luno, Debora Valentini (kanan) dan General Manager Luno untuk Asia Tenggara, David Low (kiri) saat berbicara soal potret milenial dalam berinvestasi. (Foto: iNews.id/Rully Ramli)

JAKARTA, iNews.id - Di tengah perkembangan digital yang cepat, masih banyak anak muda yang tidak paham dunia investasi. Gejala tersebut tidak hanya terjadi di Indonesia, melainkan dunia.

Temuan tersebut berdasarkan survei yang digelar Luno, salah satu perusahaan mata uang kripto yang bekerja sama dengan Dalia Research. Survei tersebut melibatkan 7.000 responden milenial (23-28 tahun).

Responden berasal dari tiga benua yakni, Eropa, Afrika, dan Asia Tenggara. Sekitar 15 persen atau 1.050 responden berasal dari Indonesia.

"Berdasarkan hasil survei dari para responden di Indonesia, Luno menemukan bahwa sekitar 69 persen dari kaum milenial Indonesia tidak memiliki strategi investasi," ujar Community & Event Lead Luno, Debora Valentini di Jakarta, Kamis (11/7/2019).

Menurut Debora, minimnya pengetahuan milenial terhadap investasi membuat mereka lebih banyak mengalokasikan dana yang dimiliki untuk menabung. Padahal, banyak instrumen investasi yang menguntungkan seperti obligasi dan saham.

Selain itu, lanjut Debora, masih banyak kelompok milenial yang tidak berinvestasi atau jarang berinvestasi.

"44 persen milenial hanya berinvestasi sekali setiap satu atau dua tahun dan bahkan 20 persen dari mereka tidak berinvestasi," katanya.

Menurut Debora, milenial saat ini sebenarnya sudah menetapkan anggaran keuangan setiap bulan. Jumlahya sekitar 79 persen. Dari jumlah itu, sebesar 70 persen berhasil mengikuti anggaran yang sudah direncanakan

General Manager Luno untuk Asia Tenggara, David Low menambahkan, milenial Indonesia pada tahun depan akan mencapai 34 persen dari total populasi. Dia menilai pentingnya edukasi investasi, sehingga bisa mendorong inklusi keuangan.

"Seiring dengan pertumbuhan yang dialami populasi milenial, baik dalam produktivitas maupun usia, mereka perlu untuk mulai mencari cara menginvestasikan uang mereka," ucap dia.


Editor : Rahmat Fiansyah