Survei BI: Pertumbuhan Kredit Kuartal I-2019 Melambat

Isna Rifka Sri Rahayu ยท Selasa, 16 April 2019 - 17:16 WIB
Survei BI: Pertumbuhan Kredit Kuartal I-2019 Melambat

pertumbuhan penyaluran kredit baru dari perbankan masih melambat di kuartal I-2019. (Foto: Okezone)

JAKARTA, iNews.id - Survei perbankan yang dilakukan Bank Indonesia (BI) mengungkapkan bahwa pertumbuhan penyaluran kredit baru dari perbankan masih melambat di kuartal I-2019.

Berdasarkan hasil survei tersebut, indikator Saldo Bersih Tertimbang (SBT) di kuartal I-2019 sebesar 50 persen, atau menurun dari 71,7 persen dibandingkan kuartal IV-2018. Perlambatan pertumbuhan kredit di paruh pertama tahu ini, menurut BI, sesuai tren atau pola musiman perekonomian yang terjadi setiap tahun.

Perlambatan pertumbuhan kredit berjenis baru, terjadi pada kredit modal kerja dan kredit investasi. yang tercermin dari penurunan SBT permintaan kredit modal kerja dari 77 persen menjadi 68,2 persen, dan kredit investasi dari 83,1 persen menjadi 74,7 persen.

Sedangkan, secara sektoral, perlambatan pertumbuhan permintaan kredit baru pada kuartal I-2019 terjadi pada hampir seluruh sektor ekonomi.

"Perlambatan pertumbuhan penyaluran kredit baru terutama terjadi pada sektor transportasi, pergudangan dan komunikasi, diikuti oleh sektor perdagangan besar dan eceran, dan sektor penyediaan akomodasi dan makan minum," kata laporan hasil survei BI.

Survei BI memperkirakan pertumuhan kredit akan meningkat pada kuartal II-2019, karena akselerasi pertumbuhan ekonomi, rendahnya risiko penyaluran kredit, rasio kecukupan modal yang meningkat, dan likuiditas yang cukup.

Sejalan dengan prakiraan peningkatan penyaluran kredit baru pada kuartal II-2019, standar penyaluran kredit diprakirakan lebih longgar pada periode yang sama, terutama akan dilakukan untuk jenis kredit konsumsi, dengan aspek biaya persetujuan kredit dan jangka waktu kredit yang lebih longgar.

"Responden tetap optimis terhadap pertumbuhan kredit untuk keseluruhan tahun 2019. Responden memprakirakan pertumbuhan kredit pada 2019 akan mencapai 11,6 persen," tulis Bank Sentral.


Editor : Ranto Rajagukguk