Terpengaruh The Fed, Dolar AS Kembali Menguat

Antara ยท Jumat, 09 November 2018 - 07:37 WIB
Terpengaruh The Fed, Dolar AS Kembali Menguat

Ilustrasi. (Foto: iNews.id/Yudistiro Pranoto)

NEW YORK, iNews.id - Kurs dolar Amerika Serikat (AS) menguat terhadap euro pada akhir perdagangan Kamis (8/11/2018) waktu setempat setelah Federal Reserve mempertahankan suku bunga stabil seperti yang diperkirakan, serta mengatakan pekerjaan dan pengeluaran kuat menjaga ekonomi di jalur untuk menetapkan kenaikan suku bunga pada Desember.

Pernyataan bank sentral mencerminkan sedikit perubahan dalam hal prospek ekonominya sejak pertemuan kebijakan terakhir pada September, dengan inflasi tetap di dekat target 2,00 persen, pengangguran menurun dan risiko-risiko terhadap prospek ekonomi tampak menjadi "kurang lebih seimbang." Euro turun 0,46 persen pada hari itu terhadap greenback, yang telah meningkat menjelang pengumuman keputusan The Fed.

"Dolar telah menguat dengan pernyataan itu, jadi tidak jelas berapa banyak lagi 'jus' yang akan didapat oleh The Fed sesuai perkiraan," kata Boris Schlossberg, direktur pelaksana strategi valuta asing di BK Asset Management di New York.

Terhadap euro, dolar AS awalnya melemah karena para analis mengatakan pedagang terpaku pada komentar sedikit dovish bahwa investasi bisnis telah "moderat dari laju tercepat sebelumnya tahun ini," yang dapat bertindak sebagai hambatan yang mungkin pada pertumbuhan ekonomi mendatang. Tapi segera pulih karena "sebagian dari mereka belum memberi tanda tanda peringatan sama sekali," kata Schlossberg.

Kenaikan terhadap yen kurang penting, dengan dolar AS kira-kira setara dengan 113,91 yen, turun dari terendah hari itu, tetapi masih lebih lemah dari puncak yang tersentuh sebelumnya di 113,46 yen.

Dolar AS telah menguat selama seminggu terakhir terhadap yen karena perbedaan dalam kebijakan moneter dari Fed AS dan bank sentral Jepang, Bank of Japan (BoJ).

Terhadap sekeranjang enam mata uang saingan, indeks dolar naik 0,6 persen dari akhir Rabu. Indeks telah turun di tengah pemilihan paruh waktu AS, yang memisah kekuatan antara dua majelis Kongres.

Partai Demokrat yang mengendalikan DPR AS menyatakan mereka akan bertindak sebagai pengontrol pemerintahan Presiden Donald Trump dan dapat lebih lanjut memblokir pemotongan pajak dan deregulasi.

Greenback telah menguat tahun ini sejak presiden dari Partai Republik itu mendorong pemotongan pajak yang signifikan, dan pertumbuhan ekonomi kuat telah mendorong The Fed untuk terus meningkatkan suku bunganya.

Sebelumnya pada Kamis (8/11/2018), euro jatuh setelah Komisi Eropa memangkas proyeksinya untuk pertumbuhan Italia, menambah kekhawatiran investor tentang utang dan prospek ekonomi Italia.


Editor : Ranto Rajagukguk