Tertekan Dolar AS, Rupiah Pagi Berada di Rp14.017

Ranto Rajagukguk ยท Jumat, 08 November 2019 - 10:38 WIB
Tertekan Dolar AS, Rupiah Pagi Berada di Rp14.017

Rupiah melemah. (Foto: iNews.id/Yudistiro Pranoto)

JAKARTA, iNews.id - Kurs rupiah di pasar spot pada perdagangan, Jumat (8/11/2019) pagi melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Mata uang Garuda terpantau berada di level psikologis Rp14.000 per dolar AS.

Data Bloomberg pukul 10.30 WIB menunjukkan, rupiah terdepresiasi 20 poin atau 0,14 persen menjadi Rp14.017 per dolar AS dari sesi terakhir sebelumnya Rp13.997 per dolar AS. Laju pergerakan harian rupiah tercatat Rp14.009-14.026 per dolar AS dengan level pembukaan di Rp14.009 per dolar AS.

Yahoo Finance mencatat, rupiah terdepresiasi 25 poin atau 0,17 persen menjadi Rp14.015 per dolar AS dari posisi kemarin Rp13.990 per dolar AS. Saat dibuka, rupiah diperdagangkan di Rp14.035 per dolar AS dengan rentang pergerakan harian Rp13.990-14.035 per dolar AS.

Berdasarkan laporan Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia, rupiah menguat 20 poin menjadi Rp14.020 per dolar AS dari sebelumnya Rp14.040 per dolar AS.

Sebagai informasi, kurs dolar AS diperdagangkan menguat terhadap mata uang safe-haven tradisional seperti yen Jepang dan franc Swiss pada Kamis (7/11/2019) waktu setempat. Pasalnya, selera investor terhadap aset bersiko meningkat di tengah optimisme perdagangan.

Mengutip Xinhua, Jumat (8/11/2019), indeks dolar, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama, naik 0,20 persen menjadi 98,1435 pada akhir perdagangan.

Pada akhir perdagangan New York, euro turun menjadi 1,1047 dolar AS dari 1,1068 dolar AS pada sesi sebelumnya, dan pound Inggris turun menjadi 1,2820 dolar AS dari 1,2852 dolar AS pada sesi sebelumnya. Dolar Australia naik hingga 0,6900 dolar AS dari 0,6878 dolar AS.

Dolar AS dibeli 109,30 yen Jepang, lebih tinggi dari 108,93 yen Jepang pada sesi sebelumnya. Dolar AS naik menjadi 0,9955 franc Swiss dari 0,9924 franc Swiss, dan turun menjadi 1,3181 dolar Kanada dari 1,3183 dolar Kanada.


Editor : Ranto Rajagukguk