Tertekan Makin Dalam, Kurs Rupiah Tembus Rp14.509 per Dolar AS

Ranto Rajagukguk ยท Kamis, 06 Desember 2018 - 10:30 WIB
Tertekan Makin Dalam, Kurs Rupiah Tembus Rp14.509 per Dolar AS

Ilustrasi. (Foto: iNews.id/Yudistiro Pranoto)

JAKARTA, iNews.id - Nilai tukar rupiah di pasar spot pada perdagangan, Kamis (6/12/2018) menambah poin pelemahan terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Alhasil, mata uang Garuda memperdalam pelemahan dan masuk kembali ke level Rp14.500 per dolar AS.

Data Bloomberg pukul 09.26 WIB menunjukkan, rupiah terdepresiasi 106 poin atau 0,74 persen menjadi Rp14.509 per dolar AS dari sesi terakhir kemarin Rp14.402 per dolar AS. Laju pergerakan harian rupiah tercatat Rp14.482-14.520 per dolar AS dengan level pembukaan di Rp14.482 per dolar AS.

Yahoo Finance mencatat, rupiah melemah 115 poin atau 0,79 persen menjadi Rp14.505 per dolar AS dari posisi terakhir kemarin Rp14.390 per dolar AS. Saat dibuka, rupiah diperdagangkan di Rp14.290 per dolar AS dengan rentang pergerakan harian Rp14.290-14.520 per dolar AS.

Berdasarkan laporan Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia, rupiah melemah 124 poin menjadi Rp14.507 per dolar AS dari sebelumnya Rp14.383 per dolar AS.

Sebagai informasi, kurs dolar AS memangkas kerugian pada akhir perdagangan Rabu (5/12/2018) waktu setempat karena adanya eskpektasi investor yang mengingingkan Federal Reserve AS menaikkan suku bunganya pada bulan Desember.

Mengutip Xinhua, Kamis (6/12/2018), harapan untuk mendorong bank sentral AS menaikkan suku bunga pada pertemuan kebijakan berikutnya yang dijadwalkan pada 18-19 Desember semakin tinggi. Hal ini dilakukan untuk menopang salah satu mata uang safe-haven, greenback.

Mata uang paling likuid di dunia ini tertekan cukup dalam seiring imbal hasil obligasi pemerintah AS dua tahun dan tiga tahun yang melampaui tenor lima tahun untuk hari kedua pada Selasa. Inversi kurva imbal hasil yang jarang terlihat biasanya dipandang sebagai tanda kemerosotan ekonomi, yang memicu kekhawatiran luas akan perlambatan pertumbuhan ekonomi AS.

Aksi jual baru-baru ini di pasar saham dan ketidakpastian terus-menerus atas ketegangan perdagangan AS-China telah meningkatkan permintaan terhadap greenback karena investor menghindari aset berisiko.

Pada akhir perdagangan New York, Rabu, euro turun menjadi 1,1340 dolar AS dari 1,1341 dolar AS pada sesi sebelumnya, dan pound Inggris naik menjadi 1,2736 dolar AS dari 1,2717 dolar AS pada sesi sebelumnya. Dolar Australia jatuh ke 0,7264 dolar AS dari 0,7337 dolar AS.

Dolar AS dibeli 113,19 yen Jepang, lebih tinggi dari 112,81 yen Jepang pada sesi sebelumnya. Dolar AS naik menjadi 0,9978 franc Swiss dari 0,9974 franc Swiss, dan naik menjadi 1,3384 dolar Kanada dari 1,3247 dolar Kanada.


Editor : Ranto Rajagukguk