Unrealized Loss BPJamsostek, Begini Penjelasannya

Taufik Fajar ยท Jumat, 05 Maret 2021 - 00:00:00 WIB
Unrealized Loss BPJamsostek, Begini Penjelasannya
Ilustrasi BPJamsostek. (Foto: SINDO)

JAKARTA, iNews.id - Fenomena unrealized loss (UL) seakan menjadi momok karena berpotensi menjadi ancaman kriminalisasi sehingga sangat menakutkan bagi perusahaan yang mengelola dana publik. Hal menyikapi pengelolaan dana BPJS Ketenagakerjaan atau BPJamsostek dan juga perusahaan-perusahaan sekuritas di pasar modal .

Pasalnya, bila terjadi UL mereka bisa terancam pidana. Hal tersebut karena adanya sorotan mengenai fenomena UL yang dialami BPJamsostek yang langsung dicap sebuah kerugian mutlak. 

Pengamat hukum pasar modal Indra Safitri menuturkan, siapa saja yang ingin berinvestasi disebut investor. Suatu kerugian yang belum direalisasikan, belum bisa disebut kerugian, karena memang kondisi pasar yang bisa berubah, bisa naik turun.

"Mari kita melongok UU Nomor 21 Tahun 2011 tentang Otoritas Jasa Keuangan (OJK), UU Nomor 8 Tahun 1995 tentang Pasar modal. Kalau dilihat kerugian tentu kita tidak bisa memisahkan dengan hukum yang mengatur investasi. Pasar itu selalu berubah, dalam hitungan jam saja pasar bisa berubah-ubah," ujar dia dalam keterangan tertulisnya, Kamis (4/3/2021).

Dia menyebutkan, untuk mengurai kasus pidana di pasar modal membutuhkan waktu, dan harus diuraikan. Contohnya saja mengenai aset yang memang perlu dibahas detail dan memakan waktu.

Jika bicara UL, dalam pengetahuan Indra dalam konteks kerugian, itu belum terjadi. Hanya ada faktor perhitungan maka dikatakan rugi. 

Sebenarnya siapa saja yang masuk ke pasar tentu treatmentnya sama. “Jika modal negara yang berinvestasi dalam pasar modal rugi, tentu itu dalam pasar modal itu adalah kerugian negara. Tapi negara juga ada untung. Ini ada keseimbangan, kapan dia untung, kapan dia rugi. Kalau Negara tidak ingin rugi, negara tidak usah berinvestasi di pasar modal, pasar bisa rugi dan bisa untung,” katanya.

Editor : Ranto Rajagukguk

Halaman : 1 2