Wall Street Berakhir Menguat Didukung Tingkat Inflasi yang Positif

Ranto Rajagukguk ยท Kamis, 14 Februari 2019 - 07:08 WIB
Wall Street Berakhir Menguat Didukung Tingkat Inflasi yang Positif

Wall Street Naik karena tingkat inflasi stabil. (Foto: Reuters)

NEW YORK, iNews.id – Bursa saham Amerika Serikat (AS) berakhir lebih tinggi pada Rabu (13/2/2019) waktu setempat karena pasar didukung oleh tingkat inflasi positifi yang ditunjukkan oleh harga konsumen AS pada bulan Januari, dan pendapatan yang lebih baik dari perkiraan oleh sejumlah perusahaan AS untuk kuartal keempat tahun 2018.

Mengutip Xinhua, Kamis (14/2/2019), tak lama setelah bel penutupan, indeks Dow Jones Industrial Average naik 117,51 poin, atau 0,46 persen, menjadi 25.543,27. Indeks S&P 500 naik 8,30 poin, atau 0,30 persen, menjadi 2.753,03. Indeks Komposit Nasdaq naik 5,76 poin, atau 0,08 persen, menjadi 7.420,38.

Saham Diebold Nixdorf melonjak lebih dari 39 persen saat penutupan pasar, setelah produsen ATM AS ini melaporkan pendapatan kuartalan yang melampaui ekspektasi analis. Proyeksi untuk 2019 juga tampak kuat.

Saham Hilton Worldwide juga naik tajam hampir 6,8 persen saat bel penutupan, karena jaringan hotel AS terkemuka ini melaporkan laba kuartalan yang mengalahkan perkiraan Wall Street.

Sembilan dari 11 sektor S&P 500 utama memperpanjang kenaikan pada Rabu, dengan sektor energi naik hampir 1,3 persen, memimpin penguatan. Lebih dari dua pertiga, atau 71,5 persen, dari perusahaan S&P 500 telah membukukan laba kuartalan yang lebih kuat dari perkiraan karena musim pendapatan kuartal keempat mendekati akhir.

Pasar juga didorong oleh optimisme yang terus-menerus tentang prospek kemajuan perdagangan yang akan dibuat antara China dan Amerika Serikat, karena investor terus memantau pembaruan terbaru mengenai pembicaraan perdagangan mereka.

Di sisi ekonomi, Indeks Harga Konsumen (CPI) AS tetap tidak berubah bulan lalu, karena penurunan harga bensin mengikis kenaikan biaya makanan dan sewa, Biro Statistik Tenaga Kerja AS melaporkan pada Rabu.

CPI naik 1,6 persen untuk 12 bulan yang berakhir Januari, kenaikan terkecil sejak periode yang berakhir Juni 2017.

Investor secara luas percaya bahwa data menunjukkan tingkat inflasi yang baik akan membantu Federal Reserve AS mempertahankan suku bunganya stabil untuk beberapa waktu. Sebab, jika Fed tidak menaikkan suku bunganya biasanya menguntungkan pasar saham.


Editor : Ranto Rajagukguk