1.500 Hektare Lahan Pertanian Didaftarkan Asuransi

Ranto Rajagukguk ยท Rabu, 13 Februari 2019 - 07:27 WIB
1.500 Hektare Lahan Pertanian Didaftarkan Asuransi

Ilustrasi. (Foto: Kementan)

YOGYAKARTA, iNews.id - Mengawali tahun 2019, Direktorat Pembiayaan Pertanian Ditjen PSP melaksanakan rapat teknis (ratek) Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) dan Asuransi Usaha Ternak Sapi (AUTS) di Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Selasa (12/2/2019). Dalam ratek ini, 1.500 hektare lahan pertanian didaftarkan dalam asuransi melalui aplikasi berbasis online, Sistem Informasi Asuransi Pertanian (SIAP).

Direktur Pembiayaan Pertanian Ditjen PSP Sri Kuntarsih menyampaikan pentingnya uransi menggunakan aplikasi berbasis online dalam rangka tertib administrasi serta keterbukaan informasi.

"Dengan teknologi ini, semua proses administrasi semakin cepat dan mudah. Sehingga asuransi pertanian makin diminati petani," ujar Sri. Para peserta workshop secara langsung menginput data peserta asuransi. Tercatat, telah terdaftar 1.500 hektare siap untuk diterbitkan polisnya.

"Diharapkan hadirnya sistem aplikasi pendaftaran peserta asuransi menggunakan teknologi informasi ini dapat segera diterapkan oleh seluruh pemangku kepentingan. Seperti para petugas dinas kabupaten/kota serta penyuluh," kata Sri.

Sri menambahkan, SIAP menjadi salah satu jawaban keluhan para dinas pertanian di seluruh Indonesia dan beberapa pihak lainnya mengenai penyajian data atau pendaftaran asuransi tani.

"Beberapa catatan audit itu tidak boleh berulang. Baik administrasi maupun manajerial, bahkan sampai menimbulkan kerugian negara. Khusus asuransi pertanian aplikasi SIAP ini dapat mengatasi permasalahan tersebut," ujar Sri.

Adanya aplikasi SIAP ini tentunya dapat menyempurnakan penyajian data, memudahkan pendaftaran petani, bahkan mengatasi masalah kurangnya tenaga dari Jasindo yang sempat menjadi keluhan di berbagai daerah.

"Penggunaan aplikasi ini sudah diujicoba oleh beberapa penyuluh pertanian lapang dan aplikasi SIAP ini mudah dipelajari. Sehingga penyuluh bisa dengan cepat mengerti dan mengaplikasikannya," tuturnya.

Menariknya lagi, adanya aplikasi ini pencatatan dokumen lebih paperless (tidak membutuhkan kertas) sehingga blanko dokumen tidak akan tercecer.


Editor : Ranto Rajagukguk