2 Unicorn Tolak Jadi Mitra Program Kartu Prakerja, Ini Alasannya

Suparjo Ramalan ยท Kamis, 23 April 2020 - 15:01 WIB
2 Unicorn Tolak Jadi Mitra Program Kartu Prakerja, Ini Alasannya

Kartu prakerja. (Foto: Antara)

JAKARTA, iNews.id - Pemerintah menjelaskan proses perekrutan sejumlah startup yang menjadi mitra dalam program Kartu Prakerja yang kini menuai polemik. Dalam proses itu, terdapat dua unicorn (startup) yang menolak menjadi mitra digital platform Kartu Prakerja.

Asisten Deputi Ketenagakerjaan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian (Kemenko Perekonomian) Yulius mengatakan, saat mengajak sejumlah startup untuk berdiskusi perihal platform digital yang nantinya menjadi layanan Kartu Prakerja, dua unicorn ini malah memilih tidak bergabung. Meski begitu, Yulius tidak ingin menyebut identitas kedua perusahaan berbasis digital itu. 

"Bahkan ada dua platform yang ikut dalam proses kita belajar mereka enggak ikut. Ada dua platform yang enggak ikut, enggak perlu saya sampaikan. Kiranya jangan diartikan kita langsung tunjuk saja, tanpa ada pertimbangan dan pembahasan," kata Yulius melalui konferensi pers virtual, Kamis (23/4/2020).

Sedangkan delapan platform digital yang sudah menjadi mitra Kartu Prakerja, akan terus mengevaluasi kinerjanya selama berjalannya program. Jika dianggap bagus akan diteruskan, dan sebaliknya bisa diberhentikan. 

Langkah itu, kata Yulius, sudah tertuang dalam nota kesepakatan antara Kemenko Perekonomian dan Project Management Office (PMO). "Platform yang ada akan kita evaluasi keberadaan mereka, apakah memang cocok atau tidak. Bukan berarti dia harga mati, ada di situ terus, akan kita klarifikasi lagi," tutur dia. 

Hal senada juga disampaikan Direktur Eksekutif Manajemen Pelaksana Program Kartu Prakerja Denni Purbasari. Dia menjelaskan, dua perusahaan unicorn yang menolak untuk menjadi mitra karena masih ingin melihat model bisnis dari program pemerintah tersebut. 

Denni pun mengatakan, penolakan itu datang karena kedua perusahaan ingin melakukan penilaian terlebih dahulu atas program Kartu Prakerja karena bukan merupakan core business mereka.

Adapun delapan platform digital yang bekerja sama dengan pemerintah di antaranya, Bukalapak, Tokopedia, Mau Belajar Apa, Ruang Guru, Pijar Mahir, Pintaria, Sekolahmu, dan prakerja.kemnaker.go.id.

Denni pun mengatakan, penjajakan antara pemerintah dan perusahaan-perusahaan digital dalam negeri telah dilakukan sejak pertengahan tahun lalu. Denni mengatakan, program ini tidak akan berhenti di delapan perusahaan mitra program ini saja. Pemerintah, kata Denni, terbuka untuk menampung siapapun. “Kami serahkan semua ke mitra, take it or leave it,” ujarnya.

Editor : Ranto Rajagukguk