2024, Kontribusi Koperasi UKM terhadap Ekspor Didorong Tembus 30 Persen

Muhammad Aulia ยท Rabu, 08 Januari 2020 - 23:05 WIB
2024, Kontribusi Koperasi UKM terhadap Ekspor Didorong Tembus 30 Persen

Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (Menkop UKM) Teten Masduki. (Foto: iNews.id)

JAKARTA, iNews.id - Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Menkop UKM) Teten Masduki menargetkan kontribusi koperasi dan usaha kecil menengah (UKM) terhadap ekspor Indonesia pada 2024 tembus 30 persen. Angka ini lebih tinggi dua kali lipat dibandingkan kontribusi koperasi dan UKM saat ini yang mencapai 14,5 persen.

"Diharapkan nanti 2024 bisa dua kali lipat, kira-kira 30 persen. Ini ambisius walau pertumbuhan ekonomi Indonesia di kisaran 6 persen," ujar Teten di Gedung Smesco Indonesia pada Rabu (8/1/2020).

Menurut Teten, sektor koperasi dan UKM memiliki peran penting dalam menjadi penopang ekonomi nasional di tengah situasi ekonomi global yang tengah lesu. Untuk mempertegas pernyataannya, Teten mengambil contoh kontribusi koperasi terhadap perekonomian nasional pada saat Krisis Moneter 1998. Saat itu, sektor koperasi dan UKM berhasil mencatatkan peningkatan ekspor di tengah kemerosotan ekonomi yang melanda Indonesia pada saat itu.

"Saat ekonomi lesu, koperasi dan UKM selalu bisa diandalkan. Tahun 1998 (misalnya), ekspor bisa naik 300 persen," ungkap Teten.

Meski demikian, Teten mengakui ekspor yang dihasilkan dari sektor koperasi dan UKM saat ini masih cukup kecil, yakni sebesar 14,5 persen saja. Capaian ini menurutnya masih cukup kecil apabila dibandingkan dengan negara-negara lainnya di kawasan Asia Tenggara.

"Dibanding (ekspor) negara tetangga, kita masih kalah sama Malaysia, Vietnam, dan Thailand," ujar Teten.

Karena itu, Teten menegaskan kementeriannya saat ini sedang gencar untuk mendorong promosi koperasi dan UKM ke pasar global. Hal ini akan diwujudkan melalui beberapa rencana seperti pengembangan Smesco dan Sarinah sebagai trading house, optimalisasi kerja sama bilateral dan multilateral, hingga melakukan pembimbingan teknis untuk para pelaku koperasi dan UKM dalam memasuki pasar global.

Selain itu, Teten juga menginfokan saat ini kementeriannya juga fokus mengarahkan koperasi dan UKM untuk memproduksi komoditas yang memiliki demand tinggi di pasar global. Komoditas tersebut antara lain di sektor kelautan, fashion, perkebunan, pertanian, dan hasil kerajinan.

"Kalau fokus pengembangannya di sektor produksi yang permintaannya tinggi, saya kira kita bisa sampai ke target tersebut meski ekonomi global sedang lesu," kata Teten.


Editor : Ranto Rajagukguk