8 Perusahaan Ini Tawarkan Cuti Tak Terbatas, Ada yang di Indonesia

Rahmat Fiansyah ยท Sabtu, 07 Juli 2018 - 17:44:00 WIB
8 Perusahaan Ini Tawarkan Cuti Tak Terbatas, Ada yang di Indonesia
ilustrasi. (Foto: Okezone.com)

LONDON, iNews.id – Virgin Group, perusahaan yang didirikan oleh Richard Branson bukanlah yang pertama kali menerapkan kebijakan bebas cuti atau cuti tak terbatas (unlimited leave).

Perusahaan konglomerasi tersebut baru menerapkan kebijakan tersebut pada 2014 setelah Richard terinspirasi dengan perusahaan penyedia jasa OTT (over-the-top) media di AS, Netflix.

Berikut 8 perusahaan yang menawarkan bebas cuti:

1. General Electric (GE)

GE, perusahaan konglomerasi asal AS, memiliki 305.000 pegawai di seluruh dunia dengan separuh di antaranya ada di AS. Pada tahun 2015, GE mulai menerapkan bebas cuti kepada pegawai. Namun tidak seluruhnya bisa menikmati fasilitas ini : hanya pegawai dengan level eksekutif dan profesional senior yang telah lama bekerja. Jumlahnya sekitar 30.000 pegawai atau 43 persen dari pekerja penuh di GE.

2. Grant Thornton

Perusahaan akuntansi ini memperkenalkan kebijakan bebas cuti dibayar kepada hampir 7.000 pegawainya terhitung 1 November 2015. Grant Thornton beranggapan kebijakan ini selaras dengan visi dan kultur perusahaan. Dengan kata lain, perusahaan percaya jika liburan direncanakan dengan baik dan pekerjaan diselesaikan, kebijakan bebas cuti tidak akan mengganggu produktivitas. Lewat video, Grant Thornton mempromosikan kebijakan ini untuk membuat pegawainya bahagia. Semakin bahagia pegawai, semakin produktif.

3. Grubhub

Grubhub merupakan perusahaan jasa logistik terbesar di AS. Pada awal 2015, perusahaan menawarkan bebas cuti untuk pegawai penuh. Public Relations Associate Grubhub, Lindsey Ruthen mengatakan: “GrubHub menawarkan pegawai bebas cuti untuk berlibur, sakit, atau urusan pribadi. Kami terus mendorong keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi, dan karena kami percaya pegawai kami akan bekerja dengan baik dan memilih bagaimana waktu mereka dihabiskan.”

4. Netflix

Netflix merupakan salah satu perusahaan streaming berskala global dengan jumlah pelanggan mencapai 125 juta. Pada tahun 2014, Netflix menawarkan bebas cuti kepada 2.189 pegawainya. Sebenarnya, perusahaan ini telah menerapkan kebijakan tersebut 14 tahun lalu dengan alasan fokus pada hasil pekerjaan bukan seberapa banyak jam atau hari si pegawai bekerja.

5. LinkedIn

LinkedIn mempekerjakan 9.300 pegawai yang tersebar di 11 cabang di seluruh dunia. Per November 2015, perusahaan yang menyediakan platform media sosial untuk kalangan profesional ini memperkenalkan kebijakan discretionary time off (DTO), yang mana tidak maksimum atau minimum jumlah cuti yang bisa diambil pegawai. Selain itu, LinkedIn juga memiliki program Hackdays yang didesain untuk memberikan ruang bagi pegawai mengerjakan proyek pribadinya.

6. Virgin Group

Richard Branson mengumumkan kebijakan ini pada September 2014 sekaligus menghapus kebijakan cuti tahunan formal demi memberikan waktu pegawainya untuk cuti “dimanapun mereka mau, selama apapun mereka mau”.

Kebijakan ini berlaku di cabang-cabang Virgin yang tersebar di New York, London, Jenewa, dan Swiss. Richard mengaku terinspirasi setelah membaca soal kebijakan Netflix soal cuti tak terbatas.

7. Hubspot

Perusahaan penyedia jasa pemasaran dan penjualan platform berbasis awan ini menerapkan kebijakan bebas cuti dibayar pada Januri 2010. Kebijakan ini berlaku untuk lebih dari 1.100 pegawainya di seluruh dunia.

8. Gojek

Perusahaan yang didirikan Nadiem Makarim ini menerapkan aturan dan budaya yang berbeda, termasuk cuti tak terbatas dan dibayar. Direktur Sumber Daya Manusia Gojek, Monica Oudang mengaku awalnya khawatir dengan kebijakan ini karena berpotensi disalahgunakan. Namun, seiring berjalannya waktu kebijakan ini berjalan mulus. Dia menjelaskan, kebijakan ini lahir karena manajemen percaya pegawai Gojek bisa bertanggung jawab dengan tugasnya masing-masing.

Editor : Rahmat Fiansyah

TAG : cuti