Ada Covid-19, Target Investasi Tambang Akan Terkoreksi 30 Persen

Djairan ยท Selasa, 30 Juni 2020 - 14:19 WIB
Ada Covid-19, Target Investasi Tambang Akan Terkoreksi 30 Persen

Ilustrasi tambang. (Foto: Antara)

JAKARTA, iNews.id - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memperkirakan target investasi di sektor mineral dan batu bara (minerba) tahun 2020 terkoreksi 30 persen. Hal tersebut seiring pandemi Covid-19 yang menghantam berbagai sektor, tak terkecuali tambang minerba.

“Kemungkinan investasi akan turun sekitar 30 persen dari target kita sampai akhir tahun ini, yang semula di awal tahun kita yakin 100 persen bisa, karena waktu itu belum ada Covid-19,” ujar Direktur Pembinaan Pengusahaan Batu Bara Direktorat Jenderal Minerba Kementerian ESDM Sujatmiko dalam diskusi publik Selasa (30/6/2020).

Sujatmiko menyampaikan, prediksi tersebut masih perkiraan sementara yang dipengaruhi oleh berbagai faktor. Salah satunya beberapa proyek yang terhambat khususnya pembangunan pabrik pengolahan dan pemurnian (smelter) karena pandemi corona.

“Untuk investasi itu update-nya adalah, memang akan turun dari yang kita targetkan tahun ini 7,7 miliar dolar AS dalam prognosa kita, terutama ini penyebabnya adalah karena proyek di smelter juga akan turun karena Corona,” kata dia.

Sementara itu, hingga 24 Juni lalu realisasi investasi sektor minerba mencapai 1,47 miliar dolar AS, atau sebesar 18,99 persen dari yang ditargetkan 7,74 miliar pada 2020. Sedangkan pada tahun lalu, realisasi investasi mencapai 6,52 miliar dolar AS, atau 105,61 persen dari rencana 6,17 miliar dolar AS.

Selain target investasi yang diperkirakan turun dari target, Sujatmiko juga menyebut kebutuhan dan perdagangan batu bara di pasar internasional pada 2020 akan merosot karena adanya pandemi Covid-19. Hal ini terlihat dari berkurangnya impor batu bara dari negara pengguna.

Salah satunya China, di mana akibat penghentian sementara beberapa sektor industri, berpengaruh terhadap prioritas penggunaan batu bara di sana. Begitu juga Korea Selatan, akibat permintaan listrik yang turun. Selain itu, India akibat kebijakan lockdown pelabuhan selama 21 hari yang menghambat ekspor batu bara. 

Hal serupa juga terjadi pada importir batu bara lainya seperti Jepang dan beberapa negara di Eropa. Dengan begitu, impor batu bara tahun 2020 oleh negara-negara pengguna diperkirakan turun sebesar 100 juta ton, dibandingkan realisasi impor batubara tahun 2019. 

Artinya, volume ekspor batu bara Indonesia 2020 diperkirakan turun 5 persen atau sebesar 435 juta ton, jika dibandingkan volume ekspor 2019. Namun, diyakini ekspor akan meningkat pada 2021-2022, seiring pemulihan ekonomi global setelah berakhirnya pandemi Covid-19.    

Editor : Ranto Rajagukguk