Ada Ibu Kota Baru, Banyak Pengusaha Tertarik Manfaatkan Aset Negara di Jakarta

Aditya Pratama ยท Jumat, 14 Februari 2020 - 19:38 WIB
Ada Ibu Kota Baru, Banyak Pengusaha Tertarik Manfaatkan Aset Negara di Jakarta

Desain Ibu Kota. (Foto: Istimewa)

JAKARTA, iNews.id - Sebagian wilayah Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kabupaten Kutai Kartanegara di Kalimantan Timur akan menjadi lokasi Ibu Kota Negara (IKN) atau Ibu Kota baru. Nantinya, aset milik negara yang berada di Jakarta dapat dimanfaatkan penggunaannya dengan pihak swasta.

Direktur Barang Milik Negara Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Encep Sudarwan mengatakan, sudah ada beberapa pihak yang tertarik akan menggunakan aset milik negara, dalam hal ini gedung-gedung perkantoran Kementerian dan Lembaga (K/L) di Jakarta ketika nantinya Ibu Kota telah pindah.

"Ya mereka sudah melihat, pokoknya mereka selalu one step ahead kalau pengusaha kan," ujar Encep di Kantor DJKN Kemenkeu, Jakarta, Jumat (14/2/2020).

Dia menambahkan, ada beberapa pengusaha yang telah melihat-lihat kawasan perkantoran milik negara seperti di kawasan Thamrin, Sudirman, Gatot Subroto, SCBD. Namun, belum ada pembicaraan lebih lanjut mengenai pemanfaatan perkantoran tersebut.

"Mereka sudah tahu semua, tapi mereka belum tunjuk mana karena kan ingin tau mekanisme seperti apa, kan masih dipakai ini, kalau kita tahun 2024 pindah (Ibu Kota) kan masih empat tahun lagi dipakai gedung tersebut," kata dia.

Encep juga menyebut sudah ada beberapa pihak yang terang-terangan memiliki konsep penggunaan kantor milik Kementerian dengan lokasi strategis, seperti gedung Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan serta Kementerian Agraria Tata Ruang (ATR).

"Ya pasti mereka ada yg mengatakan, misalkan, Gedung DPR kan luas, menarik itu, atau Kemendikbud kan di samping FX dia udah mikir kalau disatukan dengan FX wah hebat, ini contoh yang mereka ngomong," ucapnya.

"Atau Gedung ATR/BPN tuh dia mau jadi ada bangun nanti TOD (Transit Oriented Development) jaringan MRT/LRT, sudah ada rencana seperti itu tapi masih pengkajian. Karena kan ada yang pertanyakan, jadi ga pindah? kepastian hukumnya ini penting," dia menambahkan.

Tidak hanya itu, dia menyebut telah mendapatkan masukan dari berbagai pihak mengenai pemanfaatan wilayah di Jakarta. Encep menyebut ada yang mengusulkan untuk membuat international brand wisata di Jakarta.

"Ada ide nih, katanya Jakarta mesti ada international brand soal wisata, di Indonesia kan belum ada tuh universal, disneyland belum ada, lego land belum ada. Banyak ide sekarang nih, sekarang kami sedang mengumpulkan ide-ide segila apa pun untuk bagaimana Jakarta tetap hidup," tuturnya.

Editor : Ranto Rajagukguk