Akademisi Ungkap 4 Strategi untuk Bangkitkan Perekonomian 

Aditya Pratama · Sabtu, 11 Juli 2020 - 16:09 WIB
Akademisi Ungkap 4 Strategi untuk Bangkitkan Perekonomian 

Pemerintah diminta menyiapkan empat strategi untuk membangkitkan perekonomian Tanah Air di tengah pandemi Covid-19. (Foto: Shutterstock)

JAKARTA, iNews.id - Pemerintah diminta menyiapkan empat strategi untuk membangkitkan perekonomian nasional di tengah pandemi Covid-19. Empat hal itu, yakni digitalisasi, spesialisasi, diversifikasi dan kolaborasi.

"Pertama, digitalisasi, tidak bisa ditampik dia harus menjadi arus utama usaha ke depan. Kedua, spesialisasi, tidak ada lagi superhero corporate, tidak ada usaha yang melakukan semua hal di semua bidang, ini masa di mana expertasi itu menjadi promotor dalam kegiatan ekonomi," ujar Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya Ahmad Erani Yustika dalam diskusi daring, Sabtu (11/7/2020).

Mantan Staf Khusus Presiden ini menyatakan, untuk ketiga diversifikasi. Dia mencontohkan, bisnis kopi literan, saat ini sedang booming di masa pandemi. Menurut dia, dalam ilmu manajemen, diversifikasi merupakan bagian dari adaptasi.

"Dia (pebisnis kopi literan) spesialisasi di kopi tapi diversifikasinya sesuai keadaan. Kalau semula orang ngumpul atau ngopi di kafe sekarang harus beli. Yang semacam itu harus dilakukan terus menerus di semua bidang," kata dia.

Terakhir adalah kolaborasi. Ahmad menyebut, hal ini merupakan bagian dari arus baru anak-anak muda dan dapat mendorong perubahan-perubahan di bidang usaha.

"Data menunjukkan di Jawa Barat saja 47 persen UMKM berhenti beroperasi, 85 persen mengalami penurunan pendapatan lebih dari 30 persen, 60 persen merumahkan lebih dari 30 persen pegawai dan 81 persen UMKM mengalami cash flow dalam 1-4 bulan ke depan setelah bulan Mei artinya itu September batasnya," ucapnya.

"Dengan gambaran ini kolaborasi atau berkoperasi itu suatu yang asik dan harus dilakukan. Cara ini yang menjadi masa depan, basisnya kolaborasi dalam berkoperasi itu," ujarnya.

Editor : Ranto Rajagukguk