Aliran Modal Asing Masuk Rp8 Triliun Selama Sepekan, Mayoritas dari SBN

Isna Rifka Sri Rahayu · Jumat, 08 November 2019 - 17:31 WIB
Aliran Modal Asing Masuk Rp8 Triliun Selama Sepekan, Mayoritas dari SBN

Bank Indonesia (BI) mencatat aliran modal asing yang masuk ke Indonesia selama sepekan ini sebesar Rp8 triliun. (Foto: Okezone)

JAKARTA, iNews.id - Bank Indonesia (BI) mencatat aliran modal asing yang masuk ke Indonesia selama sepekan ini sebesar Rp8 triliun. Aliran modal ini sebagian besar masuk melalui Surat Berharga Negara (SBN) ketimbang pasar modal atau instrumen lainnya.

Angka ini mengalami kenaikan dibanding pekan sebelumnya yang hanya Rp4,45 triliun dimana modal asing yang masuk ke obligasi korporasi sebesar Rp110 miliar dan aliran modal keluar dari saham sebesar Rp190 miliar.

Deputi Gubernur BI Dody Budi Waluyo mengatakan, aliran modal yang masuk ini dipicu oleh perkembangan global yang positif sehingga membuat kepercayaan investor kembali meningkat. Investor mulai mencari imbal hasil paling besar untuk menempatkan dana investasinya. Salah satunya ke negara berkembang seperti Indonesia.

"Di minggu ini sendiri bahkan inflow Rp8 triliun nett ekuivalen dalam rupiah yang sebagian besar masuk di SBN," ujarnya di Masjid BI, Jakarta, Jumat (8/11/2019).

Sementara, total modal asing yang masuk sejak awal 2019 sebesar Rp226,7 triliun dengan porsi yang masih didominasi oleh instrumen SBN sebesar Rp175 triliun, saham Rp49 triliun, dan Rp2,7 triliun dari instrumen investasi lain seperti corporate bond atau obligasi.

"Kalau kita lihat dari inflownya sendiri bahkan sampai dengan posisi year to date total inflow ekuivalen sekitar Rp226,7 triliun. Sebagian besar mmg berasal dari inflow SBN," ucapnya.

Aliran modal ini dipicu perkembangan positif dari AS seperti data indikator global indeks saham AS yang membaik dimana harga US Treasury tenor 10 tahun menurun. Pasalnya, sebagian besar investor pindah ke negara berkembang sehingga yield dari dolar AS naik.

Selain itu, data-data komoditas juga relatif positif membaik meski tidak terjadi pada semua komoditi. Namun, berbagai komoditas yang menjadi andalan Indonesia relatif positif.

"Dari situlah muncul aliran modal yang masuk ke negara-negara berkembang termasuk ke Indonesia dalam jumlah yang cukup baik," kita dia.

Dengan masuknya modal asing tersebut menandakan kepercayaan investor kepada Indonesia masih baik. Meskipun saat ini seluruh negara masih dilanda ketidakpastian yang akan berlangsung hingga 2020.

"Kita melihat panah positifnya yang muncul. Satu hal yang saya ingin katakan, investor sangat positif melihat Indonesia," tutur dia.


Editor : Ranto Rajagukguk