Anjlok, Harga Minyak Indonesia Jadi 62,98 Dolar AS per Barel

Rully Ramli ยท Kamis, 06 Desember 2018 - 15:32 WIB
Anjlok, Harga Minyak Indonesia Jadi 62,98 Dolar AS per Barel

Ilustrasi. (Foto: Reuters)

JAKARTA, iNews.id – Tim Harga Minyak Indonesia melaporkan, rata-rata harga minyak mentah Indonesia (Indonesia Crude Price/ICP) pada November 2018 mencapai 62,98 dolar Amerika Serikat (AS) per barel, turun 14,58 dolar AS per barel dari 77,56 dolar AS per barel.

“Tak hanya ICP minyak mentah Indonesia, penurunan juga dialami ICP SLC di mana pada November 2018 menjadi 62,98 dolar AS per barel. Angka ini turun sebesar 14,16 dolar AS per barel dari 78,09 dolar AS per barel pada bulan sebelumnya,” kata Tim Harga Minyak Indonesia, dikutip dari laman Kementerian ESDM, Kamis (6/12/2018).

Penurunan harga minyak mentah utama di pasar internasional disebabkan oleh oleh beberapa faktor, yaitu melemahnya pertumbuhan ekonomi global yang didukung dengan laporan International Monetary Fund (IMF) bahwa pertumbuhan ekonomi dunia tahun 2018 diproyeksikan mengalami perlambatan menjadi sebesar 3,7 persen, turun 0,2 persen dibandingkan prediksi sebelumnya.

Faktor lainnya adalah Amerika Serikat (AS) memberikan pengecualian kepada delapan negara untuk melakukan impor minyak mentah dari Iran. Hal ini menyebabkan penurunan ekspor minyak mentah dan kondensat Iran tidak sebesar perkiraan awal dan menjadi salah satu penyebab over supply minyak mentah global.

"Arab Saudi mengumumkan bahwa produksi minyak mentah Arab Saudi bulan November 2018 akan melebihi produksi Oktober 2018 akibat antisipasi berkurangnya pasokan minyak mentah global atas pengenaan sanksi kepada Iran," kata Tim Harga Minyak Indonesia

Selain itu, berdasarkan publikasi International Energy Agency (IEA) bulan November 2018, bahwa produksi minyak mentah OPEC di bulan Oktober 2018 mengalami peningkatan sebesar 127.000 barel per hari dibandingkan bulan sebelumnya. Selanjutnya, proyeksi pasokan minyak mentah negara-negara Non-OPEC tahun 2018 meningkat sebesar 170.000 barel per hari menjadi 60,3 juta barel per hari dibandingkan prediksi bulan sebelumnya.

Publikasi OPEC bulan November 2018 menunjukkan bahwa produksi minyak mentah OPEC di bulan Oktober 2018 mengalami peningkatan sebesar 200.000 barel per hari dibandingkan bulan sebelumnya. Terakhir, Energy Information Administration (EIA) melaporkan stok minyak mentah AS pada bulan November 2018 meningkat sebesar 24,5 juta barel dibandingkan Oktober 2018.

Untuk kawasan Asia Pasifik, penurunan harga minyak mentah dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu perlambatan pertumbuhan ekonomi China akibat perang dagang dengan AS dan melemahnya permintaan minyak mentah dan produk minyak mentah dari Jepang dan Korea.

Selengkapnya perkembangan harga rata-rata minyak mentah utama di pasar internasional pada periode November 2018 dibandingkan Oktober 2018 sebagai berikut:

-Dated Brent turun sebesar 16,41 dolar AS per barel dari 81,15 dolar AS per barel menjadi 64,74 dolar AS per barel.

-WTI (Nymex) turun sebesar 14,07 dolar AS per barel dari 70,76 dolar AS per barel menjadi 56,69 dolar AS per barel.

-Basket OPEC turun sebesar 13,72 dolar AS per barel dari 79,39 dolar AS per barel menjadi 65,67 dolar AS per barel.

-Brent (ICE) turun sebesar 14,68 dolar AS per barel dari 80,63 dolar AS per barel menjadi 65,95 dolar AS per barel.


Editor : Ranto Rajagukguk