Atasi Lonjakan Pengangguran, Ini 3 Langkah Pemerintah

Antara ยท Selasa, 30 Juni 2020 - 23:21:00 WIB
Atasi Lonjakan Pengangguran, Ini 3 Langkah Pemerintah
Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah mengatakan, pihaknya telah menyiapkan tiga langkah strategis untuk menekan pengangguran. (Foto: Antara)

JAKARTA, iNews.id - Pemerintah berupaya mengantisipasi lonjakan pengangguran akibat Covid-19. Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah mengatakan, pihaknya telah menyiapkan tiga langkah strategis untuk menekan pengangguran.

"Langkah strategis itu mulai dari refocusing anggaran hingga perubahan kebijakan untuk mempertimbangkan kelangsungan usaha dan perlindungan bagi pekerja,” ujar Menaker, dalam keterangan persnya, Selasa (30/6/2020).

Ida memaparkan tiga langkah Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker), pertama melaksanakan pelatihan berbasis kompetensi dan produktivitas lewat Balai Latihan Kerja (BLK) Tanggap Covid-19 yang tidak hanya memberi keterampilan, tapi juga insentif pascapelatihan.

Beberapa BLK di bawah Kemnaker juga selama pandemi beralih fungsi sementara sebagai dapur umum dan sentra produksi berbagai alat yang dibutuhkan untuk mencegah Covid-19, seperti cairan penyanitasi tangan, APD, masker, dan pencuci tangan portabel yang didistribusikan ke masyarakat secara gratis.

Kedua, Kemenaker mengembangkan perluasan kesempatan kerja bagi pekerja terdampak pandemi melalui program padat karya dan kewirausahaan. Langkah ketiga adalah membuka layanan informasi, konsultasi dan pengaduan bagi pekerja terkait keselamatan dan kesehatan kerja (K3) di perusahaan.

Ketiga langkah tersebut, menurut Ida, sejalan dengan berbagai jaring pengaman sosial yang dikeluarkan pemerintah untuk mengatasi dampak Covid-19, seperti stimulus ekonomi bagi pelaku usaha agar dapat bertahan di masa pandemi, serta tetap mampu mempekerjakan karyawan.

Selain itu, terdapat insentif keringanan pajak penghasilan maupun bunga kredit bagi para pekerja di sektor formal, program jaring pengaman sosial melalui bantuan sosial bagi para pekerja formal maupun pekerja informal, serta prioritas Kartu Prakerja bagi korban pemutusan hubungan kerja (PHK) dan dirumahkan.

“Posisi Kemenaker dalam program Kartu Prakerja ini menjadi mitra aktif melalui platform Sisnaker,” katanya.

Menurut Ida, terdapat pula masifikasi program padat karya dan kewirausahaan untuk penyerapan tenaga kerja dan perlindungan terhadap pekerja migran, baik di negara penempatan maupun setelah kembali ke Indonesia.

Menaker mengungkapkan sebelum pandemi sektor ketenagakerjaan memperlihatkan tren positif dengan tingkat pengangguran menurun hingga 4,9 persen pada Februari 2020. Namun, per Mei 2020 menunjukkan sekitar 1,7 juta orang pekerja formal dan informal terverifikasi dirumahkan atau terkena PHK.

Dia mengatakan Kemnaker terus mengantisipasi penambahan pengangguran yang diperkirakan mencapai 2,92 juta hingga 5,23 juta orang. Menaker menyebutkan pemerintah akan berusaha menekan angka pengangguran agar tidak tembus dua digit.


Editor : Dani Dahwilani