Bahan Baku Menipis, Gappmi Keluhkan Harga Bawang Putih yang Mahal

Rully Ramli ยท Selasa, 16 April 2019 - 19:07 WIB
Bahan Baku Menipis, Gappmi Keluhkan Harga Bawang Putih yang Mahal

Harga bawang putih tengah meroket di pasaran saat ini. Bahkan di beberapa lokasi, harga bawang putih hampir menyentuh Rp60.000 per kilogram (kg). (Foto: Okezone)

TANGERANG, iNews.id - Harga bawang putih tengah meroket di pasaran saat ini. Bahkan di beberapa lokasi, harga bawang putih hampir menyentuh Rp60.000 per kilogram (kg).

Tingginya harga bawang putih diakibatkan stok yang mulai menipis di pasaran dan pemerintah sudah tidak lagi memiliki pasokan untuk melakukan operasi pasar. Di saat yang bersamaan, pemerintah belum melakukan impor bawang putih.

Hal ini kemudian dikeluhkan oleh para pelaku usaha khususnya di sektor makanan dan minuman, mengingat bawang putih merupakan salah satu bahan baku utama industri tersebut.

"Yang sedikit ada gangguan ini bawang putih," kata Ketua Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Seluruh Indonesia (Gapmmi), Adhi S Lukman, di ICE BSD, Tangerang, Selasa (16/4/2019).

Adhi sendiri mengatakan, pemerintah akan melakukan koordinasi langsung dengan para importir untuk memasok bawang putih dari luar negeri. Rencananya, Kementerian Perdagangan akan memanggil para pelaku usaha dalam waktu dekat.

"Kemendang akan memanggil semua pelaku baik pengguna dan importir karena bawang putih mau nggak mau harus impor," ucapnya.

Menurut perhitungan Adhi, untuk menstabilkan pasokan sekaligus harga, pemerintah perlu memasok banyak bawang putih dari luar negeri.

"90 persen ini impor. Kalau stok ada dalam negeri itu akan kami pakai dulu," katanya.

Di tempat yang sama, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita meminta agar importir segera menggelontorkan stok bawang putih. "Hari ini kita undang importir, supaya dia buka gudang untuk operasi pasar," ucapnya.

Dia mengatakan, stok bawang putih di dalam negeri sebenarnya mencukupi. Pasalnya, Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) Nomor 38 tahun 2017 mewajibkan importir untuk menanam bawang putih sebanyak 5 persen dari total kuota impor yang sebelumnya diberikan oleh pemerintah.

"Ya kita sepakat kalau ini dilakukan dengan Permentan, kita lakukan," ujar pria kelahiran Cirebon, Jawa Barat itu.


Editor : Ranto Rajagukguk