Balas Prancis, AS Akan Terapkan Tarif Tinggi untuk Impor Wine

Ranto Rajagukguk ยท Sabtu, 24 Agustus 2019 - 13:01 WIB
Balas Prancis, AS Akan Terapkan Tarif Tinggi untuk Impor Wine

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. (Foto: AFP)

WASHINGTON, iNews.id - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump berencana menerapkan tarif tinggi untuk impor produk wine Prancis. Hal ini merupakan balasan atas ancaman pengenaan pajak ke perusahaan teknologi AS oleh otoritas Prancis. 

Pernyataan itu muncul sebelum Trump menyambangi Prancis untuk pertemuan puncak Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G7. "Itu adalah perusahaan Amerika yang hebat, dan sejujurnya, saya tidak ingin Prancis membebani perusahaan kami. Sangat tidak adil," katanya kepada wartawan di luar Gedung Putih sesaat sebelum naik helikopternya dikutip dari AFP, Sabtu (24/8/2019).

"Dan jika mereka melakukan itu, kita akan memajaki wine mereka atau melakukan sesuatu yang lain. Kita akan memajaki wine mereka seperti yang belum pernah mereka lihat sebelumnya," Trump menambahkan.

Eskalasi perang dagang AS dengan mitra dagang utamanya memanas setelah China menyiapkan tarif impor tambahan terhadap produk-produk asal negeri Paman Sam. Informasi tersebut lantas membuat Trump bereaksi dan menginstruksikan Kementerian Perdagangan untuk menyiapkan tarif impor tambahan untuk China.

Trump tidak ragu bisa memenangkan perang dagang yang kini sedang memanas, dan tak mengkhawatirkan kebijakannya tersebut jelang pertemuan diplomatik G7.

Pada KTT G7 tahun lalu di Quebec, Trump sempat berselisih dengan Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau. Dari perselisihan itu, AS sempat menolak untuk melanjutkan perjanjian perdagangan bebas Amerika Utara yang melibatkan Kanada dan Meksiko.

Prospek perang dagang yang berkepanjangan antara dua ekonomi terbesar di dunia akan menjadi pembicaraan di KTT G7. Prancis sebagai tuan rumah dalam pertemuan tersebut tentu akan merespons atas sikap Trump yang berencana memajaki produk wine. Trump juga akan meminta penjelasan Prancis atas ancaman pajak ke perusahaan teknologi AS. 


Editor : Ranto Rajagukguk