Bank BUMN Tambah Penyaluran Kredit, Ada Potensi Ganggu Keuangan

Rina Anggraeni ยท Kamis, 20 Agustus 2020 - 16:41 WIB
Bank BUMN Tambah Penyaluran Kredit, Ada Potensi Ganggu Keuangan

Wabah virus corona atau Covid-19 membuat sektor keuangan tertekan, khususnya perbankan. (Foto: Antara)

JAKARTA, iNews.id - Wabah virus corona atau Covid-19 membuat sektor keuangan tertekan, khususnya perbankan. Hal ini terlihat dari keuangan perbankan di Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang lesu.

Ekonom Core Piter Abdullah meminta perbankan pelat merah tidak memaksakan diri untuk menambah penyaluran kredit yang besar. Hal itu bisa meningkatkan risiko pada keuangan perbankan. 

Namun, penurunan laba ini belum menunjukkan adanya bank BUMN yang sakit. "Bank tidak perlu memaksakan meningkatkan penyaluran kredit ditengah wabah. Hal Itu bisa meningkatkan risiko bank. Saat ini kredit at risk perbankan meningkat tinggi walaupun NPL (Non-Performing Loan) masih terjaga baik di bawah 5 persen, tapi kondisi perbankan BUMN masih cukup kuat," kata Piter saat dihubungi di Jakarta, Kamis (20/8/2020)

Dia melanjutkan, penurunan laba ini diperburuk oleh menurunnya transaksi ekonomi di tengah wabah yang kemudian menyebabkan penurunan pendapatan. Kendati demikian, penurunan laba adalah sebuah kewajaran di tengah wabah saat ini.

"Kita tahu ditengah wabah penyaluran kredit menurun tajam. Jadi sangat Wajar kalau keuntungan bank menurun," katanya.

Di sisi lain dalam rangka menjaga kualitas kredit agar tetap lancar, bank juga harus memberikan potongan bunga. Artinya penerimaan bunga kredit bank sudah dipastikan menurun yang bisa dijadikan penopang laba.

"Meski turun, bank masih mendapatkan laba. Hal ini menunjukkan bahwa bank masih mampu bertahan di tengah wabah. Jadi tidak perlu ada kekhawatiran yang berlebih terhadap perbankan," tuturnya.

Editor : Ranto Rajagukguk