Bank Indonesia Prediksi Inflasi 2019 Capai 3,3 Persen

Rully Ramli ยท Kamis, 31 Oktober 2019 - 14:05 WIB
Bank Indonesia Prediksi Inflasi 2019 Capai 3,3 Persen

Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo. (Foto: Ant)

JAKARTA, iNews.id - Bank Indonesia (BI) memprediksi tingkat kenaikan harga barang dan jasa atau inflasi tahun ini mencapai 3,3 persen. Artinya, proyeksi tersebut di bawah target tengah 3,5 persen.

Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan, proyeksi tersebut menunjukan kondisi ekonomi nasional masih kuat di tengah ketidakpastian global. Bahkan, laju inflasi diyakini akan terus bertahan di level 3 persen pada tahun depan.

"Inflasi sampai akhir tahun 3,3 persen, lebih rendah dari target 3,5 persen. Tahun depan 3 persen, rendah, stabil, dan mendorong daya beli," ujarnya dalam acara CEO Network 2019, di Jakarta, Kamis (31/10/2019).

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), angka inflasi sampai dengan September 2019 mencapai 3,39 persen.

Selain itu, Perry memprediksi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS masih akan stabil sampai akhir tahun. Kurs rupiah diyakini akan tetap berada pada kisaran Rp14.000 per dolar AS.

"Bahkan tadi pagi sempat di bawah Rp14.000," katanya.

Sementara untuk defisit neraca berjalan atau current account deficit (CAD) berada di kisaran 2,5 persen terhadap PDB. "Arus modal asing lebih dari cukup dan cadangan deivsa lebih dari 124 miliar dolar AS," kata dia.

Untuk pertumbuhan ekonomi diyakini masih akan berada di atas kisaran 5 persen.

"Tahun depan saya dan Bu Menteri (Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati) upayakan (pertumbuhan ekonomi) ke 5,3 persen dari konsumsi domestik dan investasi," ujar Perry.

Dengan angka-angka tersebut, Perry memastikan bahwa kondisi ekonomi Indonesia masih cukup baik di tengah ketidakpastian global.

"Kami kerja keras, kami yakini stabilitas keuangan kuat. Kita harus pastikan itu," ucapnya.


Editor : Rahmat Fiansyah