Bank Indonesia Tahan Lagi Suku Bunga Acuan di 6 Persen

Isna Rifka Sri Rahayu ยท Kamis, 16 Mei 2019 - 14:57 WIB
Bank Indonesia Tahan Lagi Suku Bunga Acuan di 6 Persen

Bank Indonesia pertahankan suku bunga acuan di 6 persen. (Foto: Okezone)

JAKARTA, iNews.id - Bank Indonesia (BI) memutuskan untuk mempertahankan BI 7-day Reverse Repo Rate (BI7DRR) sebesar 6 persen. Penetapan itu berdasarkan Rapat Dewan Gubernur (RDG) pada 15-16 Mei 2019.

Dengan begitu, suku bunga deposit facility sebesar 5,25 persen, dan suku bunga lending facility sebesar 6,75 persen. Keputusan tersebut sejalan dengan upaya menjaga stabilitas eksternal perekonomian Indonesia di tengah ketidakpastian pasar keuangan global yang meningkat.

"Dengan mempertimbangkan ekonomi global, Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia pada tanggal 15-16 Mei 2019 memutuskan untuk mempertahankan BI 7-Day Reverse Repo Rate sebesar 6 persem," ujar Gubernur BI Perry Warjiyo dalam konferensi pers di Kantor Pusat BI, Jakarta, Kamis (16/5/2019).

Selain itu, Perry menambahkan, BI akan terus mencermati kondisi pasar keuangan global dan stabilitas eksternal perekonomian Indonesia dalam mempertimbangkan terbukanya ruang bagi kebijakan moneter yang akomodatif sejalan dengan rendahnya inflasi dan perlunya mendorong pertumbuhan ekonomi di dalam negeri.

BI juga tetap memastikan ketersediaan likuiditas di perbankan serta menempuh kebijakan makroprudensial yang akomodatif antara lain dengan mempertahankan rasio Countercyclical Capital Buffer (CCB) sebesar 0 persen, rasio Penyangga Likuiditas Makroprudensial (PLM) sebesar 4 persen dengan fleksibilitas repo sebesar 4 persen, dan kisaran Rasio Intermediasi Makroprudensial (RIM) sebesar 84-94 persen.

Kebijakan sistem pembayaran dan pendalaman pasar keuangan juga terus diperkuat guna mendukung pertumbuhan ekonomi. “Koordinasi dengan Pemerintah dan otoritas terkait terus dipererat untuk mempertahankan stabilitas ekonomi, mendorong permintaan domestik, serta meningkatkan ekspor, pariwisata, dan aliran masuk modal asing,” kata dia.

Pengamat dari Universitas Indonesia Fithra Faisal sebelumnya mengatakan, sikap BI yang beberapa tahun terakhir cenderung konservatif membuat BI akan mempertahankan suku bunga acuannya, meskipun ruang penurunan suku bunga masih terbuka lebar.

"Jadi sepertinya akan tetap," ujarnya saat dihubungi iNews.id, Minggu (12/5/2019).

Kendati demikian, sebaiknya BI justru menurunkan suku bunga acuannya untuk menstimulus perekonomian. Meskipun sedikit berisiko akan adanya aliran modal asing yang keluar, mengingat bank sentral Amerika Serikat (AS) belum menurunkan suku bunga acuannya.

"Yang terbaik menurut saya adalah BI menurunkan suku bunga karena perekonomian butuh stimulus. Saya rasa itu pilihan yang harus diambil," kata dia.


Editor : Ranto Rajagukguk