Bank Mandiri Prediksi Suku Bunga Acuan Turun Lagi

Djairan ยท Rabu, 18 Maret 2020 - 18:58 WIB
Bank Mandiri Prediksi Suku Bunga Acuan Turun Lagi

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI). (Foto: Antara)

JAKARTA, iNews.id – PT Bank Mandiri (Persero) Tbk melihat masih terdapat ruang untuk menurunkan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI). Suku bunga BI 7 days reverse repo rate masih bisa  turun  25 bps menjadi 4,5 persen pada Rapat Dewan Gubernur BI, Kamis (19/3/2020).

Chief Economist Bank Mandiri Andry Asmoro menuturkan, ruang penurunan tersebut didorong oleh langkah pre-emptive yang dilakukan Bank Indonesia dalam mengantisipasi risiko perlambatan ekonomi global. Terutama akibat penyebaran virus korona (Covid-19) dan dampaknya terhadap pertumbuhan ekonomi nasional tahun ini.

“Pada sisi lain laju inflasi masih relatif stabil dan terkendali, meskipun beberapa waktu terakhir terdapat kenaikan beberapa bahan makanan dan kebutuhan pokok seperti gula pasir dan bawang merah. Inflasi sampai Februari 2020 secara tahunan tercatat sebesar 2,98 persen, masih dalam rentang target BI yang sebesar 2,0-4,0 persen. Kami memperkirakan sepanjang tahun ini inflasi akan berada pada level 3,25 persen,” kata Andry dalam keterangannya, Rabu (18/3/2020).

Industri perbankan, lanjut Andry Asmoro, sudah mengantisipasi risiko perlambatan ekonomi karena dampak dari penyebaran virus korona, dan terus memantau perkembangan dari dampak penyebaran Covid-19 di dalam negeri. 

“Kondisi ke depan memang masih sangat sulit untuk diprediksi. Meski demikian, Kami telah menyiapkan berbagai skenario dari dampak ekonomi penyebaran Covid-19 ini. Secara umum, kami berusaha sekuat mungkin untuk menjaga stabilitas beberapa indikator, terutama kualitas aset dan likuiditas di tengah masih tingginya ketidakpastian ke depan,” ujar Andry.

Andry mengemukakan, kondisi perbankan hingga Februari 2020 masih sangat baik dan pertumbuhan kredit serta perbaikan kualitas aset masih sejalan dengan target perseroan. Sementara pada kuartal kedua, bank akan melakukan penyesuaian dengan tetap memperhatikan likuiditas dan kualitas aset. 

“Untuk suku bunga kredit sendiri sebetulnya di bulan Januari dan Februari sudah lebih rendah dibandingkan akhir tahun lalu karena transmisi moneter penurunan suku bunga acuan di akhir tahun lalu. Ke depan, tentu kami akan melihat berbagai faktor ekonomi yang berkembang,” tutur Andry.

Editor : Ranto Rajagukguk