Bappenas Akui Sistem Kesehatan Indonesia Rapuh

Suparjo Ramalan ยท Selasa, 26 Mei 2020 - 17:49 WIB
Bappenas Akui Sistem Kesehatan Indonesia Rapuh

Kepala Bappenas, Suharso Monoarfa. (Foto: Ist)

JAKARTA, iNews.id - Sistem kesehatan di Indonesia dinilai sangat rapuh jika bandingkan dengan negara-negara lain. Karena itu, Dana Alokasi Khusus (DAK) kesehatan akan disinergikan dengan sistem kesehatan nasional. 

"Kami akan mendesain ke depan DAK kesehatan itu menjadi bagian dari sistem kesehatan kita. jadi tolong masalah kesehatan ini menjadi fokus bagi seluruh Pemerintah Daerah (Pemda)," ucap Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Suharso Monoarfa dalam acara temu konsultasi triwulan tahun 2020 yang disiarkan secara virtual, Selasa (26/5/2020). 

Suharso mengatakan, saat ini banyak negara yang berlomba-lomba menyusun sistem kesehatan nasional. Terutama, mengalokasikan dana dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) untuk fasilitas kesehatan. Pasalnya, kata Suharso, banyak negara khawatir jika terjadi pandemi virus corona (Covid-19) ketiga. 

Dia pun menyinggung dana kesehatan Amerika Serikat (AS) yang disubsidi dari APBN. Dia menyebut, sebanyak 1 triliun dolar AS dialokasikan untuk kesehatan. 

"Sekarang juga orang berlomba-lomba dalam APBN-nya menata ulang sistem kesehatan mereka. Mereka khawatir jika ada covid-19 ketiga yang sifatnya pandemi dan menjadi pandemi dunia, nah apakah mereka cepat atau tidak? Kita ingat, kita juga ada SARS I atau yang dikenal dengan flu burung ternyata dia tidak meluas, begitu juga dengan MERS. Jadi, kita harus menata betul sistem kesehatan kita," ujarnya. 

Karena itu, dalam menyusun kembali Rencana Kerja Pemerintah (RKP) pemulihan ekonomi dan reformasi untuk tahun 2021, Suharso mengatakan, pemerintah pusat akan menata ulang sistem kesehatan nasional dalam negeri. 

Meski begitu, dia menegaskan agar Bappeda dan Pemda juga ikut berkontribusi di bidang kesehatan. Pasalnya, daerah punya peran besar untuk mebangun fasilitas kesehatan di tingkat kecamatan hingga provinsi. 

"Hal yang sama juga dilakukan Pemda karena pada ujungnya dari cerita sistem kesehatan nasional itu di daerah, bagaimana ketersedian puskesmas, bagaimana rumah sakit daerah, bagaimana ketersediaan obat dan alat kesehatan dan seterusnya," tuturnya. 

Editor : Ranto Rajagukguk