Bappenas: Kelemahan Kita Orang Pintar Cukup, yang Kurang Pengusaha

Rully Ramli ยท Rabu, 03 April 2019 - 20:57 WIB
Bappenas: Kelemahan Kita Orang Pintar Cukup, yang Kurang Pengusaha

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional/(PPN/Bappenas), Bambang PS Brodjonegoro. (Foto: iNews.id/Rully Ramli)

JAKARTA, iNews.id - Masih tingginya tingkat pengangguran pada lulusan SMK menjadi perhatian serius bagi pemerintah. Pemerintah terus berupaya agar angkatan kerja dapat mengisi lapangan pekerjaan.

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional/(PPN/Bappenas), Bambang PS Brodjonegoro mengatakan, salah satu penyebab masih banyaknya angkatan kerja lulusan SMK yang belum terserap karena ketatnya pasar tenaga kerja. Hal ini karena pengusaha yang menciptakan lapangan kerja masih sedikit.

"Kelemahan kita, orang pintar cukup, profesional cukup, yang kurang pengusahanya," kata Bambang di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Rabu (3/4/2019).

Di samping jumlah pengusaha yang sedikit, kebanyakan yang ada juga bergerak di sektor informal. Hal ini membuat tingkat keamanan dan kepastian kerja mereka sangat riskan.

"Meskipun tingkat pengangguran kita relatif rendah 5,36 persen. Tapi ini masih didominasi sektor informal. Kalau informal belum cukup dilindungi asuransi. Kita perlu meningkatkan sektor formal dalam ekonomi kita," tuturnya.

Mantan menteri keuangan itu mengatakan, pemerintah menemukan adanya anomali pada lulusan SMK. Tingkat pengangguran lulusan SMK mencapai 11 persen sementara lulusan SMA 7 persen. Padahal, lulusan SMK seharusnya lebih siap kerja dibandingkan lulusan SMA.

Selain lapangan kerja, kata Bambang, kompetensi lulusan SMA masih kurang karena masih berkutat lebih banyak soal teori daripada praktik. Dia menyebut, ada kesalahan dalam sistem pendidikan di SMK.

"Artinya masih ada yg harus dibenahi total dalam pendidikan vokasi," katanya.

Dengan keahlian yang lebih baik, Bambang berharap lulusan SMK tidak hanya bisa terserap dalam pasar tenaga kerja, melainkan juga membuka usaha sendiri sesuai bidang keahliannya.


Editor : Rahmat Fiansyah

TAG :