Basuki Sebut Rest Area di 10 Ruas Tol Trans Jawa 'Dikuasai' Merek Lokal

Aditya Pratama ยท Senin, 16 Desember 2019 - 18:38 WIB
Basuki Sebut Rest Area di 10 Ruas Tol Trans Jawa 'Dikuasai' Merek Lokal

Rest area di Tol Trans Jawa. (Foto: Humas PUPR)

JAKARTA, iNews.id - Pengelola rest area tol diminta untuk lebih banyak memberikan tempat bagi pengusaha dengan produk dan merek lokal. Ini supaya kehadiran jalan tol memberikan dampak ekonomi bagi wilayah sekitar.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengaku telah mengeluarkan Peraturan Menteri (Permen) PUPR Nomor 10/PRT/M/2018 untuk mendukung promosi produk lokal daerah. Pengelola rest area harus memenuhi komposisi minimal 70 persen dengan produk dan merek lokal di area komersial rest area.

"Kami terus mendorong brand lokal untuk berkontribusi di setiap rest area yang kita bangun, contohnya di KM 360 B di Ruas Tol Batang-Semarang ada 52 kios UMKM yang 100 persen produk dan kuliner lokal,” ujar Basuki melalui keterangan tertulis, Senin (16/12/2019).

Dia mengatakan, komposisi minimal produk lokal di rest area jalan tol sudah diterapkan di 10 ruas Tol Trans Jawa. Ada sekitar 46 rest area yang diisi 877 tenant dengan komposisi 824 tenant retail lokal (94 persen) dan 53 tenant retail asing (6 persen).

"Misal di rest area KM 519 B di Jalan Tol Trans Jawa Ruas Solo-Ngawi dari 24 tenant seluruhnya merupakan brand dan produk lokal untuk kategori kuliner, seperti Bakmi Soker, Ayam Bakar Mbah Solo dan toko oleh-oleh khas Solo," ucapnya.

Di rest area KM 429 B ruas Semarang-Solo, ada 11 tenant yang seluruhnya merupakan UMKM kuliner dengan brand dan produk lokal seperti Tela-Tela, Kebab Azis dan lainnya yang sudah memiliki beberapa cabang di Indonesia.

Di rest area KM 726 B ruas Surabaya-Mojokerto terdapat 27 tenant yang 93 persen merupakan UMK lokal di bidang kuliner seperti Bebek Sinjay, Sego Sambel Bu Jum, Pecel Rawon Bu Gembrot yang merupakan kuliner asli lokal Jawa Timur.


Editor : Rahmat Fiansyah