Belum Paraf Pembentukan Holding BUMN Karya, Ini Alasan Menteri Basuki 

Antara · Kamis, 21 November 2019 - 15:28 WIB
Belum Paraf Pembentukan Holding BUMN Karya, Ini Alasan Menteri Basuki 

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono. (Foto: iNews.id/Isna Rifka Sri Rahayu)

JAKARTA, iNews.id - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono belum menandatangani pembentukan holding Badan Usaha Milik Negara (BUMN) karya atau infrastruktur. Di era Menteri BUMN Rini Soemarno, pembentukan holding ini memang dikebut guna memperkuat perusahaan pelat merah karya.

"Pembentukan holding itu harus disetujui oleh semua menteri. Ada beberapa menteri yang paraf, hanya saja saya belum (paraf), karena waktu habis debat Pemilu Presiden saat itu saya menghadap Presiden Joko Widodo untuk memohon izin agar pembentukan holding BUMN diundur sebentar sampai saya lakukan tender bendungan terlebih dulu," ujar Menteri Basuki di Jakarta, Kamis (21/11/2019).

Dia menambahkan, jika ingin membuat BUMN menjadi besar hal tersebut tidak bisa menjadi alasan untuk pembentukan holding. Sebab, dia memandang beberapa perusahaan karya sudah sangat besar.

"Apa dulu tujuannya. Tujuan pembentukan holding itu apa? Beberapa BUMN Karya sudah dinilai besar," katanya

Terkait apakah holding BUMN karya tersebut akan dilanjutkan, dibatalkan, atau dikaji ulang, Basuki menyerahkan hal itu kepada Menteri BUMN Erick Thohir. "Saya tidak tahu, kalau kelanjutan holding BUMN karya itu kebijakannya ada di Kementerian BUMN," ujar Basuki.

Kementerian BUMN sebelumnya menyampaikan, peluang holding BUMN karya atau konstruksi untuk terbentuk kecil. Staf Khusus Kementerian BUMN Arya Sinulingga mengatakan bahwa terdapat banyak pertimbangan yang membuat holding karya berpeluang kecil untuk terbentuk.

Rencananya perusahaan induk BUMN bidang infrastruktur atau karya akan terdiri atas enam perusahaan, di antaranya PT Hutama Karya (Persero) sebagai holding, dan didukung anggota holding yaitu PT Jasa Marga (Persero) Tbk, PT Adhi Karya (Persero) Tbk, PT Waskita Karya (Persero) Tbk, PT Yodya Karya (Persero) dan PT Indra Karya (Persero). PT Hutama Karya (HK) Persero akan dijadikan sebagai perusahaan induk untuk BUMN karya.

Editor : Ranto Rajagukguk