BI: Pengusaha Perempuan Lebih Banyak Bekerja di Sektor Informal

Ade Miranti Karunia Sari ยท Sabtu, 21 Juli 2018 - 13:07:00 WIB
BI: Pengusaha Perempuan Lebih Banyak Bekerja di Sektor Informal
Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

JAKARTA, iNews.idPerempuan memiliki peranan besar dalam pertumbuhan ekonomi nasional. Berdasarkan hasil penelitian International Finance Corporatin (IFC) di tahun 2015, kontribusi pelaku usaha perempuan terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia mencapai 9,1 persen.

Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Rosmaya Hadi mengatakan, peranan perempuan terhadap kegiatan ekspor juga memiliki kontribusi meskipun kecil, yakni di bawah 5 persen.

“Pengusaha perempuan umumnya merupakan pengusaha kecil dan bergerak di sektor informal, sehingga turnover penjualannya lebih rendah dibanding pengusaha laki-Iaki," ujar Rosmaya dalam event seminar internasional di Jakarta Convention Center (JCC), Sabtu (21/7/2018).

Di samping itu, umumnya pengusaha perempuan banyak bergerak di sektor perdagangan dan jasa dibandingkan sektor manufaktur. Meskipun dari sisi penggunaan teknologi dan penggunaan komputer pengusaha perempuan lebih rendah dari laki-Iaki, namun penggunaan jaringan dan website lainnya untuk pemasaran umumnya setara.

Saat ini, penduduk perempuan Indonesia lebih banyak bekerja pada sektor informal yang mencapai 40.2 persen dari total 60,9 juta orang pekerja sektor informal. Sektor informal merupakan bagian penting dari kehidupan ekonomi, sosial, dan politik di sebagian besar negara berkembang, serta beberapa negara maju.

Sementara untuk pekerja se-ASEAN tercatat sebanyak 66 persen dari total tenaga kerja pada sektor publik dan 37,5 persen tenaga kerja pada sektor perbankan adalah perempuan. Kemudian serta memiliki sebanyak 22.000 orang pengusaha perempuan dengan total investasi senilai 8,67 miliar Poundsterling (dikutip dari Women in Islamic Finance & Islamic Economy Report, 2016),"

Berdasarkan data McKinsey & Company di tahun 2015, jumlah perempuan meliputi setengah populasi penduduk dunia, namun demikian hanya menghasilkan 37 persen Produk Domestik Bruto. Di Indonesia, dari jumlah penduduk sebesar 237,5 juta jiwa pada sensus 2010, separuhnya atau 49,7 persen adalah berjenis kelamin perempuan.

Namun, Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) penduduk perempuan hanya separuhnya sebesar 50,9 persen dari total penduduk usia kerja perempuan, sedangkan TPAK laki-laki mencapai 82,5 persen. "Hal ini mengindikasikan bahwa hanya separuh penduduk perempuan Indonesia yang aktif secara ekonomi melalui kontribusi terhadap jumlah tenaga kerja dalam produksi barang dan jasa pada perekonomian," ucapnya.

Meski begitu perempuan tetap memiliki berkontribusi  dalam pertumbuhan ekonomi global, salah satunya ekonomi syariah. Contohnya, pemberdayaan perempuan pada ekonomi syariah di Uni Emirat Arab (UEA) sebagai salah satu negara terbaik dalam penerapan ekonomi dengan prinsip syariah (GIEI, 2017).

Editor : Ranto Rajagukguk