Bisnis Jual Pulsa Masih Prospektif, Fintech Ini Sasar Sebanyak Mungkin UMKM

Isna Rifka Sri Rahayu ยท Kamis, 16 Mei 2019 - 23:59 WIB
Bisnis Jual Pulsa Masih Prospektif, Fintech Ini Sasar Sebanyak Mungkin UMKM

PT Creative Mobile Adventure (Kimo) sebagai penyedia pinjaman online untuk kios modern, melihat bisnis penjual pulsa offline masih akan tumbuh. (Foto: Reuters)

JAKARTA, iNews.id - PT Creative Mobile Adventure (Kimo) sebagai penyedia pinjaman online untuk kios modern, melihat bisnis penjualan pulsa offline masih akan tumbuh di tengah perkembangan teknologi digital saat ini. Pasalnya, kini konsumen bisa membeli pulsa secara online tanpa perlu ke outlet penjual pulsa.

CEO Kimo Bernard Martian mengatakan, sebagian besar konsumen memang mulai bergeser terutama di daerah perkotaan. Namun, di beberapa daerah bisnis ini masih digandrungi karena masyarakatnya belum mengerti dan terbiasa dengan pembelian pulsa secara online.

Oleh karenanya, pihaknya mendirikan platform konter pulsa untuk mendukung pelaku bisnis yang biasanya pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) ini agar tetap bisa bertahan. Untuk itu, dia optimistis bisnis ini masih bisa tumbuh di era serba-online ini.

"Justru saya mau bikin mereka tidak hilang dengan kecanggihan teknologi sekarang. Kita akan lihat di kota besar, tapi di daerah urban, daerah pinggir, bisnis tradisonal masih kuat," ujarnya di Centennial Tower, Jakarta, Kamis (16/5/2019).

Dia melanjutkan, sejak awal berdirinya Kimo pada 2016, sudah ada 10.000 outlet yang terdaftar. Bahkan, selama dua tahun belakangan Kimo berhasil menyalurkan pinjaman sebanyak Rp1 triliun dengan tingkat keberhasilan 90 hari (TKB) 90 persen.

"Kita sebisa mungkin tidak hilangkan bisnis mereka. Itu maunya kita. Mereka tetap bisa usaha. Mungkin berawal dari pulsa. Saya yakini bisnis tradisonal ini masih jadi peluang ya," ucapnya.

Sebagai informasi, perusahaan pinjaman online ini dibangun berdasarkan meningkatnya kebutuhan masyarakat untuk berkomunikasi. Hal ini yang mengakibatkan melonjaknya pertembuhan pelanggan operator.

Untuk itu, Kimo hadir untuk membantu penjual pulsa offline mendapatkan modal kerja demi terciptanya tujuan usaha untuk berkembang. Sebab, penjual pulsa tentu tidak dapat mengakses layanan perbankan untuk mendapatkan tambahan modal kerja.

"Secara bisnis, Kimo kerja sama dengan dealer pulsa maupun operator. Jadi kita kerja sama dengan pemilik areanya sehingga win win buat dealer. Yang tadinya outlet-nya cuma bisa belanja Rp1 juta sekarang jadi Rp2 juta karena adanya Kimo," kata dia.

Perusahaan startup ini memiliki visi menjadi perusahaan pembiayaan yang inovatif dengan kualitas layanan yang luar biasa. Sementara misinya untuk mendukung pertumbuhan bisnis pengecer mitra dengan menyediakan pembiayaan berbasis digital yang andal dan berkualitas.

Saat ini, Kimo telah mengantongi izin usaha dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama dengan lima penyedia layanan pinjaman online lainnya. "Baru belakangan ini kita certified ISO, digital signature juga, terdaftar di OJK sampai akhirnya Kimo dapat izin," tuturnya.


Editor : Ranto Rajagukguk