Bonus Demografi Berakhir pada 2030, Pemerintah Diminta Perbaiki Pengelolaan BPJS

Isna Rifka Sri Rahayu ยท Minggu, 01 September 2019 - 14:06 WIB
Bonus Demografi Berakhir pada 2030, Pemerintah Diminta Perbaiki Pengelolaan BPJS

Pemerintah diminta membenahi BPJS di masa mendatang karena bonus demografi berakhir pada 2030. (Foto: Istimewa)

JAKARTA, iNews.id - Indonesia akan mengalami bonus demografi pada 2020 hingga 2030 di mana penduduk usia muda akan berjumlah lebih banyak dari usia tua. Namun, setelah 2030, pemerintah perlu mengantisipasi lonjakan penduduk usia muda tersebut karena akan menjadi penduduk usia tua.

Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Bhima Yudhistira Adhinegara mengatakan, dengan melonjaknya penduduk usia tua maka hal pertama yang harus dilakukan pemerintah ialah menyiapkan jaminan sosial untuk usia tua. Untuk itu, jaminan sosial perlu dikelola lebih baik agar tidak membebani BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan.

"Pascabonus demografi berakhir yang perlu dipersiapkan adalah pengelolaan jaminan sosial yang lebih baik untuk lansia atau usia nonproduktif," ujarnya saat dihubungi, Minggu (1/9/2019).

Selama ini BPJS Kesehatan terus menanggung beban defisit anggaran meski telah dibantu pemerintah. Hal ini dikarenakan pengelolaannya masih kurang baik. Defisit anggaran ini jika tidak segera dibenahi dapat semakin parah begitu penduduk usia tua melonjak setelah 2030 karena mereka akan membutuhkan banyak biaya kesehatan.

"Jaminan BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan perlu siap menanggung naiknya beban kesehatan dan jaminan hari tua," kata dia.

Kemudian, pemerintah perlu mengasah kemampuan wirausaha generasi muda saat ini agar dapat diterapkan di masa tua. Hal ini agar para pensiunan tersebut tetap bisa menjaga penghasilannya meski di usia non produktif.

"Program kewirausahaan untuk melatih pensiunan dan skema pembiayaan untuk usaha perlu disiapkan pemerintah dan bank sejak dini," ucapnya.

Untuk mendukung hal tersebut, pemerintah harus meningkatkan pendapatan perkapita menjadi 12.000-15.000 dolar AS selama bonus demografi berlangsung. Hal ini butuh ekstra usaha karena pada tahun 2018 produk domestik bruto per kapita Indonesia hanya 3.927 dolar AS. 

"Hal ini agar penduduk Indonesia secara rata-rata memiliki kemampuan untuk membiayai sendiri pendapatan di masa tua. Ini butuh pertumbuhan ekonomi bahkan di atas 8-10 persen hingga 2030. Momentum (bonus demografi) jangan sampai hilang," tutur dia.


Editor : Ranto Rajagukguk