Bos The Fed Sangat Khawatir dengan Membengkaknya Utang AS

Rahmat Fiansyah ยท Jumat, 11 Januari 2019 - 11:14 WIB
Bos The Fed Sangat Khawatir dengan Membengkaknya Utang AS

Gubernur The Federal Reserve (The Fed), Jerome Powell. (Foto: AFP)

WASHINGTON, iNews.id - Bank sentral Amerika Serikat (AS), The Federal Reserve (The Fed) menyoroti utang pemerintah AS. Pasalnya, arah kebijakan moneter saat ini mengarah pada kenaikan suku bunga.

"Saya sangat khawatir tentang itu. Tapi Dari sudut pandang The Fed, kami benar-benar melihat masa siklus bisnis, itu kerangka berpikir kami," kata Gubernur The Fed, Jerome Powell, dikutip dari CNBC, Jumat (11/1/2019).

BACA JUGA:

Trump Kembali Kritik The Fed karena Terlalu Cepat Naikkan Suku Bunga

The Fed Beri Sinyal Kurangi Agresivitas Kenaikan Suku Bunga

Powell menjelaskan,membengkaknya utang pemerintah AS sebenarnya tidak menjadi perhatian utama bagi The Fed dalam jangka menengah. Namun, dia menilai, situasi tersebut tetap berdampak pada jangka panjang.

"Itu isu jangka panjang yang perlu kita hadapi, dan tentu saja kita tidak punya pilihan selain menghadapinya," ujar dia.

Pernyataan Powell itu menganggapi defisit APBN AS pada 2018 yang menyentuh 1 triliun dolar AS. Saat ini, total utang pemerintah AS mencapai 21,9 triliun dolar AS atau setara Rp31,76 kuadriliun. Dari jumlah tersebut 16 triliun dolar AS di antaranya dimiliki publik.

Namun, Powell menilai, langkah bank sentral menaikkan suku bunga akan menekan fiskal pemerintah. Dengan kenaikan suku bunga acuan, beban bunga yang harus dibayar pemerintah semakin besar.

CEO & Founder DoubleLine Capital, Jeffrey Gundlach menilai, keputusan The Fed menaikkan suku bunga acuan pada Desember 2018 di tengah meningkatnya defisit APBN seperti "misi bunuh diri". Normalnya, kata dia, saat defisit membengkak, The Fed akan menurunkan suku bunga.

Fitch Ratings mengatakan, tutupnya pemerintah AS yang saat ini terjadi akan berdampak pada kredibilitas fiskal negara tersebut. Bahkan, tidak tertutup kemungkinan rating surat utang AS yang saat ini -AAA diturunkan.


Editor : Rahmat Fiansyah

TAG : the fed