BPS Sebut Banjir di Jabodetabek Bisa Pengaruhi Inflasi

Aditya Pratama ยท Kamis, 02 Januari 2020 - 17:28 WIB
BPS Sebut Banjir di Jabodetabek Bisa Pengaruhi Inflasi

Banjir Jakarta. (Foto: Antara)

JAKARTA, iNews.id - Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suhariyanto angkat bicara terkait persoalan banjir di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi (Jabodetabek). Setidaknya air banjir saat ini telah menggenangi sekitar 169 titik di Jabodetabek dan Banten.

Suhariyanto menuturkan, banjir yang telah berlangsung selama dua hari ini jika tidak segera diatasi maka dapat berpengaruh terhadap inflasi pada Januari 2020.

"Banjir, tentunya akan berpengaruh. Kalau itu kontinyu, kalau selama banjir ini tidak berpengaruh kepada pasokan dan distribusi, besok akan pulih, itu pengaruhnya tidak akan besar tapi pasti ada," ujar Suhariyanto di kantornya, Jakarta Pusat, Kamis (2/1/2020).

Dia berharap, banjir yang melanda wilayah Jabodetabek-Banten tidak terus menerus terjadi. Pasalnya, hal itu akan dapat mengganggu kegiatan rutin.

"Tentunya kita berharap kalau banjir tidak akan keterusan, karena kita harus berjalan kaki terus-terusan. Jadi, mudah-mudahan enggak, kita harapkan sudah, sehingga semua musibah ini akan berhenti," kata Suhariyanto.

Seperti diketahui, hujan lebat sejak Selasa, 31 Desember 2019 hingga 1 Januari 2020 membuat Jabodetabek banjir. Beberapa wilayah, banjir hampir mencapai tiga meter, Ciledug, Kota Tangerang, Banten dan Bekasi.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana merilis data jumlah korban meninggal dunia karena banjir sejauh ini sudah mencapai 16 orang. 

"Rinciannya DKI Jakarta delapan orang, Kota Bekasi satu orang, Kota Depok tiga orang, Kota Bogor satu orang, Kabupaten Bogor satu orang, Kota Tangerang satu orang, dan Tangerang Selatan satu orang," kata Kepala Pusdatinkom BNPB Agus Wibowo dalam keterangan tertulis di Jakarta, Kamis (2/1/2019).

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG)  memprediksi bahwa dalam sepekan ke depan wilayah Jabodetabek akan diguyur hujan.

"Potensi hujan lebat 2-7 Januari di Jabodetabek," ucap Kepala BMKG Dwikorita Karnawati.

Editor : Ranto Rajagukguk