BPTJ Pastikan Margonda, Kalimalang, dan Daan Mogot Jadi Jalan Berbayar pada 2020

Antara ยท Senin, 02 Desember 2019 - 16:48 WIB
BPTJ Pastikan Margonda, Kalimalang, dan Daan Mogot Jadi Jalan Berbayar pada 2020

Sejumlah kendaraan melaju di jalan Margonda Raya, Depok, Jawa Barat, Selasa (19/11/2019). (Foto: Ant)

JAKARTA, iNews.id - Badan Penyelenggara Transportasi Jabodetabek (BPTJ) memastikan jalan Margonda (Depok), Kalimalang (Bekasi) dan Daan Mogot (Jakarta) akan diterapkan kebijakan jalan berbayar atau Electronic Road Pricing (ERP) pada 2020. Ketiga jalan itu masuk dalam ruas jalan nasional.

Kepala BPTJ Bambang Prihartono mengatakan, ERP bisa menjadi solusi untuk mengatasi kepadatan di tiga jalan nasional itu. Kebijakan ini dinilai lebih optimal untuk menggantikan kebijakan ganjil-genap yang diterapkan sejak 2018.

"Ada tiga ruas jalan nasional yang cukup padat, Margona Depok, Kalimalang Bekasi, dan Daan Mogot. Ketiga itu yang prioritas yang sangat mendesak," kata Prihantoro di Jakarta, Senin (2/12/2019).

Menurut dia, kebijakan ERP perlu dukungan regulasi. BPTJ akan mengajukan revisi atas PP Nomor 32 tahun 2011 tentang Manajemen dan Rekayasa, Analisis Dampak, serta Manajemen Kebutuhan Lalu Lintas.

Selain itu, kata Prihantoro, Kementerian Perhubungan bersama Komisi V DPR juga akan merevisi UU Nomor 22 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ). Dengan begitu, kebijakan ERP makin jelas.

"Kita juga bekerja sama dengan Kementerian PUPR, karena ini hubungannya dengan jalan nasional. Kita butuh waktu enam bulan untuk menyusun regulasinya. Pertengahan tahun depan akan selesai," ucapnya.

Prihantoro mengatakan, tarif ERP akan dikenakan secara elektronik kepada pemilik mobil yang melewati ketiga jalan tersebut. Bedanya, tarif ERP berlaku progresif yang mana semakin padat atau macet jalan tersebut, maka semakin mahal tarifnya.

"ERP ini bukan tentang bayar membayar, tetapi condition charge, artinya orang yang menyebabkan kemacetan dia akan di-charge, karena menyebabkan ruang jalan makin terbatas," ujarnya.


Editor : Rahmat Fiansyah