Bulog Ajukan Impor Gula Pasir 200.000 Ton

Antara ยท Rabu, 19 Februari 2020 - 13:18 WIB
Bulog Ajukan Impor Gula Pasir 200.000 Ton

Gula pasir. (Foto: Okezone)

JAKARTA, iNews.id - Perum Bulog mengusulkan kepada pemerintah untuk mengimpor gula konsumsi kristal putih sebesar 200.000 ton. Impor itu dinilai dibutuhkan untuk menstabilkan harga gula di pasaran.

Data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional (PIHPS) menunjukkan harga rata-rata gula pasir hingga Rabu ini mencapai Rp14.600 per kg, lebih tinggi dibanding harga acuan di tingkat konsumen Rp12.500 per kg. Sementara panen raya tebu baru berlangsung setelah Lebaran.

"Kami sudah mengusulkan agar kami ditugaskan untuk melaksanakan importasi gula. Kami mengajukan 200.000 ton. Itu untuk gula konsumsi, bukan raw sugar," kata Direktur Operasional dan Pelayanan Publik Perum Bulog Tri Wahyudi Saleh di Jakarta, Rabu (19/2/2020).

Tri menjelaskan penugasan impor ini penting karena melihat harga gula saat ini yang terus meningkat. Selain itu, kebutuhan konsumsi gula menjelang Ramadhan dan Lebaran juga berpotensi naik, sehingga bisa membuat harga makin melambung.

Sementara itu, kata dia, masa panen tebu baru berlangsung pada April-Mei 2020. Masa panen ini bersamaan dengan momen Puasa dan Lebaran sehingga kebutuhan gula pasir perlu diantisipasi.

Tri mengatakan, usulan ini juga sudah disampaikan Bulog dalam rapat koordinasi terbatas (rakortas) di tingkat Kemenko Perekonomian pada Senin (17/2/2020).

"Banyak pihak yang meminta kalau Bulog harus memiliki stok. Kita sampaikan itu ke rakor bahwa kami butuh untuk stabilisasi harga," kata Tri.

Dia berharap pemerintah bisa memutuskan penugasan impor gula secepatnya mengingat Ramadhan tinggal dua bulan lagi.

Direktur Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian Kasdi Subagyono menjelaskan kebutuhan konsumsi gula kristal putih di Indonesia mencapai 2,8 juta ton.

Sementara itu, Indonesia hanya mampu memproduksi 2,2-2,3 juta ton. Artinya, ada kekurangan kebutuhan antara 500.000-600.000 ton.


Editor : Rahmat Fiansyah