CAD Tembus 3,37 Persen, Gubernur BI Jamin Tak Pengaruhi Rupiah

Isna Rifka Sri Rahayu ยท Jumat, 09 November 2018 - 19:32 WIB
CAD Tembus 3,37 Persen, Gubernur BI Jamin Tak Pengaruhi Rupiah

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo. (Foto: Antara)

JAKARTA, iNews.id - Bank Indonesia (BI) telah merilis defisit transaksi berjalan (current account deficit/CAD) kuartal III-2018 sebesar sebesar 8,8 miliar dolar AS atau 3,37 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB). Angka ini lebih besar dari kuartal sebelumnya 8 miliar dolar AS atau 3,02 persen dari PDB.

Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan, rilis CAD Kuartal III-2018 ini tidak akan memengaruhi rupiah. Pasalnya, sebelumnya BI sudah mengimbau CAD kuartal ini akan lebih besar dari sebelumnya.

"Kami sampaikan kan kuartal III sudah berlalu, kan kita sudah komunikasikan kita komunikasikan bahwa CAD Kuartal III yang sudah berlalu itu kan lebih tinggi dari Kuartal II," ujarnya di Masjid BI, Jakarta, Jumat (9/11/2018).

Defisit neraca transaksi berjalan pada kuartal ini meningkat sejalan dengan menguatnya permintaan domestik. Kendati lebih tinggi, tetap sesuai dengan perkiraan BI sebelumnya yang tidak akan lebih besar dari 3,5 persen terhadap PDB.

"Mengenai CAD di Kuartal ini seperti disampaikan lebih tinggi dari kuartal II 2018 ini. Kalau persentase terhadap PDBnya ada di bawah 3,5 persen untuk CAD di kuartal III," ucapnya.

Dengan perkembangan tersebut, secara kumulatif defisit neraca transaksi berjalan hingga triwulan III-2018 tercatat 2,86 persen PDB sehingga masih berada dalam batas aman.

Selain itu, BI juga sudah memprediksikan pada kuartal IV 2018 CAD akan mulai menurun sehingga CAD 2018 masih di level aman. Bahkan ia memperkirakan pada tahun depan CAD masih akan menurun

"Kami sudah komunikasikan di kuartal IV 2019 itu akan menurun sehingga secara keseluruhan untuk 2018 perkiran kami tetep di bawah 3 persen dari PDB 2019 itu di bawah 2,5 persen," tuturnya.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution sebelumnya menuturkan, melebarnya defisit transaksi berjalan karena tingginya intensitas transaksi perdagangan internasional, sehingga angka impor terus meningkat. Namun, ini menandakan kontributor pendorong pertumbuhan berjalan sehingga perekonomian dalam negeri masih solid.

"Kelihatannya (CAD) melebar dari kuartal II. Kenapa? Karena memang pertumbuhan ekonomi kita tinggi, sehingga impornya jalan," kata Darmin ketika ditemui usai Rapat Koordinasi di gedung Ali Wardhana Kementerian Koordinator bidang Perekonomian, Jumat (9/11/2018).

Meskipun begitu, mantan Gubernur Bank Indonesia (BI mengaku tidak khawatir. Hal ini. ia ungkapkan semenjak Rupiah menunjukan penguatan terhadap Dolar Amerika Serikat, sehingga capital inflow mulai masuk ke Indonesia.


Editor : Ranto Rajagukguk